TRIBUNNEWS.COM-Twitter baru saja melakukan perubahan pada cache data Twitter di Mozilla Firefox.

Dengan perubahan ini, cache browser Firefox tidak akan lagi menyimpan informasi pribadi pengguna Twitter.

Namun, jika Anda telah menggunakan komputer yang dapat diakses publik atau berbagi Twitter, disarankan agar pengguna membersihkan cache browser sebelum keluar.

Selain itu, Anda juga harus memperhatikan informasi pribadi yang diunduh ke komputer yang akan digunakan orang lain. — Sebelumnya, pihak Twitter hanya mengetahui cara browser Mozilla Firefox menyimpan data di cache.

Metode ini dapat menyebabkan informasi non-publik disimpan secara tidak sengaja di cache browser Mozilla Firefox.

Bacaan: Dari hari ke 1 sampai hari ke 5 demam dan sesak nafas, ciri dan gejala virus Corona (Covid-19)

Bacaan: Obat dan Gejala Virus Corona, Batuk dan Pengurang Rasa- -Baca: Gejala abnormal virus korona, hidung pusing, dan hidung mampet dapat menjadi indikasi-kemudian, jika Anda mengakses Twitter dari komputer umum atau membagikan dan mengunduh arsip data Twitter Anda melalui Mozilla Firefox, informasi ini mungkin sudah disimpan Di cache browser.

Ini juga termasuk apakah Anda mengirim atau menerima media melalui pesan langsung.

Penyimpanan data di cache browser Mozilla Firefox disetel ke 7 hari, dan informasinya akan otomatis terhapus dari cache setelah 7 hari.

Masalah ini hanya ditemukan pada cache browser Mozilla, sedangkan browser lain yang menggunakan Firefox atau Safari tidak berpengaruh pada Firefox.

Informasi ini resmi dirilis melalui laman privacy.twitter.com, Kamis (2020/04/02) .

Twitter menyesali kejadian saya. Ini akan selalu menghormati kepercayaan pengguna Twitter.

Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kejadian ini, pengguna Twitter dapat menghubungi data Twitter dengan mengisi formulir online.

Tautkan di sini formulir online >>> klik di sini

(Tribunnews.com/Lanny Latifah)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *