Sebuah laporan oleh reporter Tribunnews.com Choirul Arifin-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Peningkatan jumlah pengguna Internet di Indonesia selama pandemi kesembilan belas telah membuat bisnis online tumbuh 80% lebih cepat daripada bisnis offline.

Salah satunya, karena ekspektasi masyarakat terhadap kesehatan, mereka hanya mengandalkan aksesoris kecil untuk belanja sehari-hari.

Tren ini dapat menjadi peluang bagi pengusaha potensial untuk menemukan peluang ide bisnis di bawah normal baru. Alya Mirza, Co-Founder CV Brand Indonesia, menyampaikan ide bisnisnya di Business News sebagai narasumber pada Webinar Digination yang bertemakan “Pengembangan Bisnis di Era Baru dan Normal Baru” Senin (22/6). / 2020), Kampus Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Universitas Surakarta.

1. Mengubah bisnis tradisional menjadi e-commerce

Pandemi virus corona yang melanda wilayah Indonesia memaksa masyarakat untuk berdiam diri di rumah dan menerapkan social distancing sehingga dalam beberapa bulan hampir semua orang akan beralih dalam beberapa bulan. Gunakan transaksi online untuk memenuhi kebutuhan primer, sekunder atau tersier. — Bacaan: Normal Baru, BKIPM Sebenarnya Meluncurkan Pekan Pelayanan Publik – Bahkan di Normal Baru Saat Ini, Pasar Masih Menjadi Fokus Utama Belanja.

Sangat mudah untuk mengubah bisnis digital tradisional masyarakat.Setiap orang membutuhkan ponsel pintar, dan semua perusahaan media sosial menggunakan shopee, lazada, dan pasar lain untuk memperluas cakupan pelanggan.

2. Bisnis makanan beku

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *