JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Menanggapi rencana pemerintah memberlakukan kondisi normal baru pada saat pandemi COVID-19, Komite Pemuda Nasional Partai Progresif Demokratik Indonesia (KNPI) merekomendasikan penerapan tarif kredit untuk semua negara di Indonesia.

Muhammad Ikhsan, Ketua Departemen Informasi dan Komunikasi DPP KNPI, mengatakan bahwa setelah pandemi Covid 19, komunikasi telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat karena tidak dapat dihindari bahwa semua operasi perlu dilakukan dari jarak jauh.

“Dalam keadaan normal baru ini, permintaan pulsa ponsel sama pentingnya dengan esensi, karena pusat gerakan dibatasi, dan komunikasi menjadi pilar utama pergerakan komunitas dan sirkulasi ekonomi,” kata Ihsan dalam siaran pers. Kamis (28 Mei 2020).

“Jika bensin hanyalah harga, mengapa tidak mengenakan kredit?” Kata Ixan. Memenuhi kebutuhan ini tanpa mendiskriminasi area. Dia menekankan bahwa negara memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan ini tanpa membedakan daerah. – “Keluarga dan teman-teman kami di Papua dan NTT harus mengeluarkan uang hampir dua kali lipat untuk berkomunikasi dengan kami. Ini sangat tidak adil.”

Ihsan mengutip seorang dari Nusa Tenggara ) Contoh seorang rekan dari Ruteng di timur, jika ingin berkomunikasi lewat telepon genggam, dia harus mengeluarkan uang lebih banyak dari pada warga Jakarta.

Baca: SIKM telah menjadi persyaratan mutlak untuk memasuki wilayah DKI Jakarta. Silakan pertimbangkan penjelasan berikut- “Mereka berbicara bahasa, negara, dan darah. Tetapi bagaimana warna perubahan tarif Internet?” Mengatakan.

Ikhsan menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi karena operator mengendalikan jaringan di hampir setiap sudut Indonesia, tetapi mereka tidak mau bersaing secara adil dengan mematikan jaringan atau mempersulit operator lain untuk berbagi jaringan. posisi terdepan. .

Baca: Kritik Pernyataan Menteri Airlangga Haris Azhar: Masyarakat Sudah Jadi Tes Politik.

“Persaingan tidak sehat ini telah membuat teman-teman kita menjadi korban di Timur Jauh karena mereka tidak punya pilihan selain menggunakan operator ketika mereka terbunuh. Harga yang harus mereka bayar jauh lebih tinggi,” jelas Iksan.

Baca: N’Ingat, Jum’at Hari Terakhir Pajak Cuci Mobil DKI Jakarta

Iksan mencontohkan, karena perlu standar baru, ada kebutuhan mendesak untuk menyeimbangkan harga impulsif dan pembayaran harus segera dilakukan.

Baca: Maaf, layanan ekstensi SIM masih ditutup karena layanan telah diperpanjang hingga 29 Juni 2020.

“Pemerintah berkewajiban menyediakan layanan komunikasi tanpa mendiskriminasi daerah,” katanya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *