Reporter Tribunnews.com Hasanudin Aco

JABARTA TRIBUNNEWS.COM-karena pandemi virus corona (Covid- 19).

Namun, peningkatan jumlah pengguna aplikasi rapat online sebenarnya telah menyebabkan kekhawatiran terkait keamanan jaringan, karena orang-orang telah meningkatkan kesadaran akan kerahasiaan data pribadi.

Masalah kebocoran data pribadi dan serangan cyber telah muncul kembali, dan banyak pihak memberikan perhatian khusus. -Bahkan, karena pertimbangan keamanan jaringan, banyak lembaga dan departemen pemerintah secara eksplisit melarang karyawan untuk menggunakan aplikasi rapat online apa pun.

Global Check Point juga memperingatkan bahwa kemungkinan serangan jaringan karena peningkatan keamanan jaringan menggunakan aplikasi rapat online yang tidak dilindungi oleh enkripsi ujung-ke-ujung. Ada 74 juta orang di forum Darkweb-Check Point menjelaskan bahwa 90% serangan jaringan dimulai dengan phishing, yang utamanya mengarah pada ketidakpatuhan dengan standar keamanan jaringan dasar. Penilaian penilaian keamanan virtual memang merupakan hal yang wajar, karena orang semakin perlu melakukan pekerjaan virtual skala besar, terutama pertemuan online.

Para pengguna aplikasi pertemuan online ini memiliki kesadaran keamanan yang berbeda, tetapi tentu saja selalu memerlukan prioritas keamanan jaringan terbaik. Namun, pengguna harus memperhatikan dampak keamanan jaringan pada platform yang mereka gunakan, “kata Agus dalam sebuah pernyataan, Minggu (5 Mei, 2020).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *