Reporter Larasati Dyah Utami dari Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, peta populasi dan kewarganegaraan Jakarta-Indonesia (I-Pop) adalah aplikasi yang diajukan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sejak 2015.

I-Pop sebagai solusi Indonesia memiliki data nasional yang disusun oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Kewarganegaraan (Ditjen Dukcapil). -Baca: Menteri Dalam Negeri: 99% data warga Indonesia dicatat di Dukcapil, kecuali untuk wilayah tertentu di Pegunungan Papua-Selama Pameran Inovasi I-Pop, Kompetisi Inovasi Layanan Publik yang diselenggarakan oleh Kementerian PAN-RB ( Tim independen KIPP berpartisipasi dalam konferensi video oleh Menteri Dalam Negeri (Menteri Dalam Negeri) Tito Karnavian mengatakan: i-Pop adalah pelopor aplikasi, mengintegrasikan data demografis dengan lembaga lain dalam bentuk data spa Bersama-sama

I-pop memberi informasi kepada masyarakat tentang jenis kelamin, suhu, dan data lainnya pada tanggal lahir, pekerjaan, agama, pendidikan, dll., Yang dapat dikonversi menjadi data besar.

“Saya menemukan bahwa ia memiliki karakteristik gender, tempat lahir, pekerjaan, agama, pendidikan dan aspek lainnya, dapat mengubah hal-hal lain menjadi data besar, dan kemudian memecahnya menjadi tema dan partisi sehingga Menteri Dalam Negeri dapat menggunakannya pada tahun 2020 Pernyataan pada hari Selasa, 30 Juni, mengatakan: “Data demografis adalah elemen dasar yang menentukan arah dan mempengaruhi optimalisasi kebijakan pemerintah.

Tapi akan ada beberapa masalah, seperti kurangnya integrasi data. Semua kementerian dan departemen menggunakan data mereka sendiri.

Meskipun I-Pop dapat menyelesaikan tantangan, Indonesia hanya memiliki satu data nasional. Indonesia.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *