Laporan reporter Tribunnews.com tentang Hari Damawan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pada 17 Februari, pemerintah akan menggunakan International Mobile Equipment Identity (IMEI) untuk menghentikan ponsel ilegal.

Rencana tersebut dapat memengaruhi penjual ponsel bekas, yang tanpa sadar menyediakan ponsel ilegal. Kepada konsumen karena tidak dapat digunakan.

“Penyumbatan semacam ini dapat membuat ratusan ponsel tidak tersedia untuk dijual di sini, atau mungkin menjadi barang yang tidak dapat digunakan,” kata Aixang kepada Tribunnews, Jumat (14/2/2020).

Dia juga menyebutkan bahwa di Jambu Dua Plaza, masih ada banyak pengusaha yang membeli dan menjual telepon seluler kepada konsumen yang dikenal sebagai telepon seluler yang dijamin secara internasional. Ponsel ilegal. Alasannya adalah ponsel yang dibeli di luar negeri dan tunduk pada garansi internasional termasuk ponsel ilegal.

Baca: Tim nasional Indonesia tidak pernah memanggil Evan Dimas Pasrah: Ingin tahu tentang cara melatih Shin Tae-yong

“Jika ini adalah ponsel yang canggih”, adalah ilegal untuk membeli garansi internasional di luar negeri. Tentu saja, banyak pengusaha kehilangan uang karena mereka tidak dapat menyediakan produk yang tidak dapat digunakan oleh konsumen, “kata Ixan.” Ixan juga mengakui bahwa dia masih memiliki ponsel berkualitas internasional yang dijual kepada konsumen dan masih menerima pembelian internasional Ponsel untuk penggunaan konsumen. Hari ini – Untuk memberikan informasi, pemerintah akan melakukan tes penguncian ponsel pada 13 dan 14 Februari melalui Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi (Kominfo). Namun rencana itu telah ditunda hingga 17 Februari.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *