JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Perkembangan teknologi blockchain dan cryptocurrency (juga dikenal sebagai aset terenkripsi) telah melahirkan inovasi baru, yang mengarah pada pembuatan token untuk mengelola ekosistem blockchain yang sudah terbentuk.

Sekelompok programmer open source baru-baru ini membuat “token kecebong” yang disebut Tadpole Finance. -Cebong token merupakan inovasi eksperimental dari sistem Decentralized Finance (DeFi) berbasis blockchain.Sistem akan berjalan secara otomatis tanpa perlu pengawasan perusahaan, karena semuanya akan berjalan secara otomatis. -Lihat juga: Bulan ini, penyimpanan data dan penyimpanan file terdesentralisasi alternatif berbasis blockchain dirilis-DeFi adalah aktivis aset kripto ekosistem global yang penting. –Misalnya, DeFi memungkinkan orang mendapatkan pinjaman melalui hipotek. Aset kripto mereka dan sebaliknya. Bunga jaminan aset terenkripsi yang dipegang oleh hipotek. -Seluruh sistem secara otomatis menjalankan teknologi blockchain tanpa kontrol manajemen. — Oscar Darmawan, CEO Indodax, sebuah platform perdagangan aset kripto, mengatakan bahwa ekosistem tersebut muncul dalam bentuk sistem open source. Siapapun di dunia bisa mengembangkannya.

“Jadi, ini bukan aplikasi berbasis bisnis karena merupakan aplikasi yang terdesentralisasi, bukan aplikasi terpusat, sehingga perusahaan tidak dapat mengontrolnya karena semuanya otomatis,” kata Oscar. Rabu (14/10/2020) .- Baca juga: Indonesia Blockchain Week 2020 akan fokus pada keuangan terdesentralisasi-Oscar mengatakan ini adalah salah satu inovasi terbaru dalam blockchain. Ini terdesentralisasi dan tidak terhubung ke sistem perbankan karena hanya pengembang ekosistem terenkripsi dengan keterampilan pemrograman blockchain juga dapat mengembangkan sistem Tadpole.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *