Laporan Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila-Jakarta Tribunnews.com-Pengamat Telekomunikasi Doni Ismanto Darwin menanggapi pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani tentang 12.000 desa tanpa koneksi internet selama pandemi Covid-19. Hal ini terjadi, biasanya desa tersebut berada di kawasan 3T (kawasan yang benar-benar kosong). Data dari BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi, red) menunjukkan bahwa dalam dua tahun ke depan akan ada sekitar 7.900 BTS atau desa-desa di kawasan 3T. Desa lengkapnya terletak di 3T », Tribunnews.com menghubungi Doni untuk mengumumkannya. , Senin (10 Oktober 2020).

Lihat juga: Pada saat pandemi, ada 12.000 desa yang tidak memiliki akses Internet Sri Muliani: PR- — Menurut Donny Ismanto, masalahnya adalah geografi Dalam hal membangun jaringan infrastruktur tidaklah mudah.

“Misalnya jaringan tulang punggung Papala Ring, tetapi tidak mudah untuk menarik kabel dari terminal NOC (jaringan pusat pemantauan atau pusat operasi jaringan, red) ke pelanggan.” Untuk mengatasi jaringan seluler, masih perlu membangun transmisi dan BTS. Memang bukan tugas yang mudah, apalagi di kawasan timur Indonesia “, terangnya. Sebut saja aplikasi-pendiri Indotelko Forum sa id solution ini dengan menggunakan jaringan backbone satelit, tapi kemudian harganya agak mahal bagi pelanggan. -Doni berkata: “Biasanya, BAKTI mengikuti program Signal BTS yang akan dimulai tahun ini. “Selain itu, kata dia, tidak hanya di pedesaan, tetapi di kota-kota besar, Internet sebenarnya sangat sulit, dan kualitas layanan yang menurun. Menurutnya, pemerintah harus mempertimbangkan insentif untuk membangun jaringan, seperti dengan mengurangi biaya regulasi. Dan perpajakan. Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya menyatakan perlunya membangun infrastruktur komunikasi dan informasi itu penting karena banyak orang saat ini bekerja atau belajar dari rumah.Tidak begitu, tidak mungkin. , Jadi setelah kita bangun infrastruktur TIK, masih ada lebih dari 12.000 desa yang belum terkoneksi internet, ”ujarnya dalam webinar, Senin (12/10/2020). – Infrastruktur TI berbanding terbalik dengan rasio elektrifikasi, yang mendekati 100%. – “Namun, koneksi Internet tidak 100%. Ini adalah tanggung jawab kami.”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *