Laporan reporter Tribunnews.com Choirul Arifin

JABARTA TRIBUNNEWS.COM-Keadaan pandemi Covid-19 menyulitkan banyak orang yang memiliki tanggungan (debitur) untuk mengembalikan pinjamannya. Ini hanya terjadi di industri perbankan dan leasing, tetapi juga pada debitur perusahaan teknologi keuangan yang menyediakan pinjaman online peer-to-peer.

Misalnya yang terjadi pada PT Julo Teknologi Finansial. Perseroan telah merestrukturisasi pinjaman nasabah yang kesulitan membayar uang muka akibat dampak Covid-19.

Julo adalah teknologi keuangan P2P lending, yang telah disahkan secara permanen oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Mei 2020. .

Pada Juni 2020, Julo merestrukturisasi pinjaman kepada ribuan pelanggan yang terkena pandemi dan selanjutnya memfasilitasi permintaan restrukturisasi dari pelanggan yang kesulitan membayar uang muka. Persetujuan oleh pemberi pinjaman di platform. Jumat, 3 Juli 2020.

Adrians mengatakan, pihaknya juga berterima kasih kepada pelanggan yang menertawakan pembayaran selama pandemi, namun tetap berkewajiban membayar uang muka selama pandemi, yaitu memberikan paket spiritual pada akhir Juni 2020. Dan mendapat respon positif di media sosial.

Selain membangun hubungan dengan pelanggan, apresiasi ini juga merupakan cara edukasi keuangan yang bijak bagi Zhu Luo untuk meminjam uang kepada masyarakat.

Baca: Bos “Fintech” mengungkapkan dua rahasia sukses memulai sebuah startup

Julo mempromosikan pembayaran cicilan online melalui mobile banking, mempermudah pelanggan untuk melakukan pembayaran keluarga dan solusi pembayaran parsial secara bertahap Mengurangi pembayaran cicilan bulanan sehingga memudahkan pelanggan untuk melakukan cicilan online. Tenggat waktu tiba tanpa kesulitan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *