Dilaporkan wartawan Tribunnews.com Jakarta Hari Darmawan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Tahapan baru tatanan kehidupan normal berpeluang dieksploitasi oleh jenis penipuan baru, yakni melakukan kejahatan siber di Indonesia.

Tony Seno Hartono (CfDS) Tony Seno Hartono mengatakan pada konferensi virtual yang diadakan di universitas, Kamis (28/5/2020), Fase normal baru akan mendorong penipu untuk memanfaatkan lonjakan layanan digital. Penggunaan umum.

“Contoh penipuan manipulasi psikologis termasuk pelaku yang menyamar sebagai mitra operasi layanan transportasi online dan mencoba menipu konsumen agar berpikir bahwa keseimbangan pembelian makanan tidak mencukupi,” kata Tony. Ia melanjutkan: “Kemudian ada momentum, karena konsumen sudah percaya, sehingga ketika diminta mengirim uang, mereka menuruti kebutuhannya.” Bacaan: Maaf, perpanjangan layanan SIM M Asih telah ditutup dan diperpanjang hingga 29 Juni 2020 Ri-Tony juga menjelaskan bahwa telah terjadi lonjakan pendaftaran calon mitra bisnis, dan penipuan rekayasa sosial juga telah terjadi. -Data pribadi menjadi data rekening bank, ”kata Tony. -Baca: Haris Azhar mengomentari pernyataan Menteri Airlangga: Masyarakat menjadi tanda kegiatan uji politik …

Tak hanya itu, Tony melanjutkan Dikatakan bahwa tingginya permintaan produk terkait virus corona atau Covid-19 saat ini juga telah digunakan untuk penipuan.

Kirim tautan atau tautan ke pembeli untuk menjebak dan menipu. “Dapatkan data pribadi untuk mengosongkan mata uang digital pembeli Keseimbangan, “kata Tony. Untuk mengatasi penipuan baru berbasis rekayasa sosial, diperlukan kerja sama pemangku kepentingan. Tony melanjutkan, teknologi industri harus mengembangkan kebijakan untuk mendukung pendidikan pengguna teknologi dan mendorong kerja sama lintas sektor untuk menyelesaikan masa depan. Menurut Tony dari pemerintah, dalam hal ini diskusi terbuka harus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan digital.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *