Reporter Tribunnews.com Laporan Reynas Abdila-TRIBUNNEWS.COM, Menteri Koperasi dan UKM Jakarta Teten Masduki menyatakan, saat ini 50% UMKM belum terkoneksi dengan bentuk digital terintegrasi platform. Belum masuk. Ini yang masih kami ulas. Tapi paling tidak kalau kita perkirakan sekitar 50% itu terkait pasar online dan terkait dana yang bisa kita identifikasi dengan nama per alamat, maka itu sudah ada, ”kata Teten. / 2020).

Menurut Teten Ke depan, sangat penting untuk menghubungkan UMKM ke platform digital yang terintegrasi untuk memudahkan pemerintah dalam menerapkan langkah-langkah stimulus.

Artinya integrasi dalam sumber daya manusia, pembiayaan, dan pemasaran misalnya .- “Dari UMKM yang terhubung secara digital sangat penting. Arsip digitalnya gampang karena kemarin Kementerian Keuangan dengan mudah menyetujui bantuan kepada mereka, karena penamaan berdasarkan alamat itu bagus, ”imbuhnya. -Baca: Goikk bagian dari stasiun terpadu dan angkutan umum N Aik kini menjadi Makin gampang-kabar baiknya, saat ini sudah ada 3,5 juta perangkat warung tradisional yang terkoneksi ke pasar jaringan dan teridentifikasi melalui jaringan. Ada sekitar 750 unit, dan beberapa unit belum diluncurkan .- “Jadi, Faktanya banyak kelompok seperti itu, jika kita ingin membangun platform kita membutuhkan banyak asosiasi UMKM, sehingga mereka sangat tertarik untuk bergabung. Dalam bisnis, itu harus ada. Kata Teten.

Baca: Tips Memaksimalkan Fungsi Kamera Vivo V19 Agar Lebih Banyak Efek Foto

Dalam hal ini Menteri Koperasi dan UKM memuji kinerja perusahaan financial technology. Fintech.

Meski virus Corona semakin marak, pelaku tekfin telah menunjukkan kinerja luar biasa dalam menyasar sektor informal yang belum masuk ke bank. Main game karena dianggap berbahaya-bahkan data UMKM perusahaan fintech sudah mencapai 20%.

“Saya rasa selain ir, kita juga akan memiliki pemahaman tentang bidang ini, dan Tetten mengatakan dari fakta nyata:” Yang penting adalah membangun platform baru sehingga mereka benar-benar dapat Saling melengkapi dan juga penting untuk UMKM, seperti sumber daya manusia, keuangan, pemasaran, domestik dan ekspor. “

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *