JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Dalam beberapa bulan terakhir, pandemi Covid-19 memang berdampak sangat besar bagi perekonomian Indonesia. Beberapa dampak yang dirasakan adalah PHK di beberapa industri yang turun cukup signifikan, termasuk UMKM.

Berdasarkan prakiraan yang dikeluarkan oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) pada Juni 2020, sebanyak 50% UMKM di Indonesia dapat bangkrut pada bulan September.

Untuk itu, Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM, juga mendorong UMKM untuk go online daripada mengandalkan bisnis offline, karena saat ini hanya 8 juta UMKM atau 13% yang bergerak di bisnis digital. -Tetapi fakta juga menunjukkan bahwa selama pandemi, aktivitas e-commerce meningkat secara signifikan sebesar 26%. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa penjualan e-commerce meningkat, diikuti oleh peningkatan 51% konsumen baru-di webinar SME DigitalFest pada hari Sabtu, penyedia layanan host Exabytes Indonesia Country manager Indra Hartawan (18 Juli 2020) menyatakan selama periode PSBB dari April 2020 hingga Juni 2020, pembelian nama domain .ID meningkat sebesar 23%. ccTLD) nama domain tingkat atas, yang sangat populer dan dapat menunjukkan identitas situs web Indonesia. Sebagian besar domain .ID dan .CO.ID adalah domain populer yang biasa digunakan untuk menjalankan bisnis.

Temuan menarik lainnya dari Exabytes adalah jumlah registrasi pengguna untuk produk UKM (seperti domain UMKM) meningkat 95% dan dihosting dari bulan April hingga Juni. Bandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Data ini menunjukkan bahwa UMKM mulai menyadari bahwa perilaku konsumen berubah menjadi belanja online, dan memaksa UMKM untuk mengubah strategi bisnisnya dari cara tradisional. Untuk metode online untuk mempertahankan bisnis.

Singkatnya, masa pandemi menjadi momentum yang baik bagi UMKM untuk go digital. Kata Indra Hartawan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *