Reporter Tribunnews.com Hari Darmawan

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Komisi Perlindungan Data Pribadi (PDPC) Singapura baru-baru ini mendenda layanan transportasi online GrabCar sebesar 10.000 dolar Singapura. Grab merupakan unit bisnis baru yang diyakini telah memperbarui aplikasi yang menyebabkan kebocoran data dan mengancam penyalahgunaan data pribadi.

– Untuk ini, juru bicara Grab mengatakan bahwa keamanan data dan privasi pengguna sangat penting.

Seorang juru bicara Grab mengatakan dalam pernyataan tertulis pada hari Jumat (18 September 2020): “Kami mohon maaf atas insiden yang mengecewakan mereka terkait masalah terkait ancaman. Penyalahgunaan data pribadi.” Untuk Grab Dikatakan, saat insiden ditemukan pada 30 Agustus 2019, pihaknya langsung mengambil tindakan untuk melindungi data dari pengguna.

“Kami juga sudah melaporkan langsung kejadian ini ke PDPC,” kata Grab Orang orang bilang. -Untuk mencegah hal ini terulang kembali, Grab telah menerapkan proses yang lebih ketat, termasuk proses yang terkait dengan pengujian proses TI.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *