Reporter Tribunnews.com melaporkan, Hendra Gunawan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedang bekerja keras mendata siswa dan guru yang akan menerima bantuan kuota data pemerintah.

Karena data yang dikumpulkan tidak lengkap, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memperpanjang batas waktu pemasukan data melalui Dinas Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.

Batas waktu yang semestinya berakhir pada 31 Agustus 2020 telah diperpanjang hingga September. 11 November 2020.

Baca: Nadiem Makarim minta direksi sekolah berikan data pasti penerima kuota hibah

Baca: Cara mendapatkan kuota internet gratis 4 bulan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (September-Desember 2020) -Komisaris mediasi Republik Indonesia, Ahmad Suadi (Ahmad Suadi) mengapresiasi langkah-langkah yang diambil pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang berhasil memperoleh bantuan dalam kuota. Siswa dan guru dari taman kanak-kanak sampai sekolah menengah atas.

Langkah subsidi kuota data mencakup rekomendasi yang diberikan oleh mediator kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengurangi beban yang ditimbulkan oleh penyelenggaraan pendidikan jarak jauh (PJJ). Penyebab pandemi COVID-19. -Setelah pemberian kuota data ini berjalan, sesuai permintaan Suadi, yang perlu dilakukan Kemendikbud adalah memberikan pembinaan kepada siswa dan orang tua tentang bagaimana hibah kuota ini benar-benar bekerja dan mendukung program PJJ-Suadi meyakini bahwa selama ini baik orang tua maupun siswa Lakukan ini untuk benar-benar memahami program PJJ. Bahkan, anak-anak biasanya lepas kendali saat menggunakan kuota data. Kualitas jangkauan jaringan dari satu operator telekomunikasi ke operator lainnya tidak sama. Dinas pendidikan memainkan peran penting dalam pemilihan dan pemilihan mitra operator telekomunikasi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *