JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Kemajuan teknologi telah mempengaruhi politik global, salah satunya adalah keberadaan data atau demokrasi berbasis data.

Semua proses menggabungkan keinginan untuk membuat keputusan politik, yang akan didasarkan pada data digital. 4.0 Budiman Sudjatmiko Indonesia menjelaskan bahwa di era big data atau big data, sistem demokrasi tradisional dapat digantikan oleh data dan digantikan olehnya.

Seiring proses pengumpulan data memasuki seluruh tahap proses, Datakrasi harus merumuskan kebijakan politik yang lebih tepat, tepat dan diharapkan. Gunakan kecerdasan buatan untuk analisis, analisis, dan visualisasi.

Baca: Budiman Sudjatmiko menantang mahasiswa Indonesia untuk kembali ke pedesaan

“Ke depan tidak ada lagi peluang politik, hanya kecerdasan buatan yang bisa merespon harapan yang ia umumkan dalam siaran persnya, Kamis (9 Oktober 2020).

Aktivis gerakan mahasiswa 98 juga mengedepankan konsensus politik.Misalnya di era datakrasi yaitu Trisakti ABC.

Menurutnya, ide ini dapat mengubah masa depan bangsa seiring dengan perkembangan teknologi. – Konsep Trisakti ABC mencakup tiga konsep penting, yaitu 3A (natural, basic, eternal), 3B (memberi, data, kemampuan) dan 3C (cinta, semangat, kreativitas), meskipun 3A selaras dengan alam, namun fairness Peluang ekonomi negara terkait dengan keberlanjutan.

Baca: Budiman Sudjatmiko Kritik Pembangunan Rumah Sakit Corona: China Tunjukkan Keunggulan Teknologinya

Selanjutnya, pendapatan masyarakat 3 M dan mencukupi, hak data terjamin dan Memperoleh peluang untuk pengembangan diri terkait, sedangkan 3C melibatkan munculnya generasi ide-ide futuristik dan kemampuan untuk menciptakan inovasi. Budiman percaya bahwa setiap orang dapat menjadi pusat data yang berfungsi, server dan WiFi, berbasis data atau data. Di era demokrasi digital, dia menyebutnya “Internet Saya”.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *