Laporan wartawan Tribunnews.com Hari Darmawan

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-PT Angkasa Pura (AP) telah mengajukan aplikasi digital untuk pengecekan dokumen penerbangan pesawat, bepergian untuk indikasi baru saat wabah Covid-19 .

CEO PT AP (II) Muhammad Awaluddin (Muhammad Awaluddin) mengatakan, aplikasi tersebut telah diujicobakan di 19 bandara yang dikelola perusahaannya. Kata Awaluddin dalam keterangannya, Kamis (25 Juni 2020).

Ia mengatakan, aplikasi tersebut telah diterima dengan baik oleh pengguna pesawat karena dapat dengan mudah melakukan prosedur penerbangan yang ketat. Itu merupakan informasi yang bisa menjadi identitas pribadi, seperti Masa berlaku KTP, tiket pesawat dan sertifikat hasil quick test maksimal 3 hari, sedangkan masa berlaku uji PCR maksimal 7 hari. Dalam keadaan normal, Trakindo menjalin interaksi melalui aplikasi

Menurut Awaluddin Menurut keterangannya, calon penumpang pesawat dapat mengunggah ketiga dokumen tersebut ke aplikasi Travelation melalui travelation.angkasapura2.co.id agar administrator dapat melakukan verifikasi digital. — -Baca: INAC: Tujuan kami mengembalikan kepercayaan penumpang , Alih-alih menaikkan harga tiket- “Setelah verifikasi, calon penumpang akan mendapatkan kode QR di bandara PT AP II untuk diverifikasi,” kata Awaluddin. — “Proses verifikasi akan mempersingkat waktu di bandara secara digital, Antrean panjang di bandara bisa dihindari. Awaluddin melanjutkan.

Selain itu, Awaluddin menyatakan bahwa aplikasi Travelation juga terkoneksi dengan e-HAC (Health Alert Card) yang harus diisi oleh penumpang di dalam pesawat, hal itu dilakukan oleh Biro Kesehatan Pelabuhan (KKP Kemenkes) Kementerian Kesehatan. Verifikasi digital.

“Kemudian, aplikasi PeduliL Protect juga terhubung ke Travelation. Saat ini penumpang pesawat juga harus mengunduh aplikasi PeduliLindung saat bepergian, ‚ÄĚkata Awaluddin.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *