Laporan Reporter Tribunnews.com Lita Febriani

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Sejak beroperasi awal April 2019, Logisly, startup teknologi di industri logistik, berkembang menjadi platform yang menghubungkan perusahaan pengguna (pengirim) dan jasa truk. Rute layanan provider (transporter) kini mencakup seluruh Indonesia.

Bahkan dalam pandemi Covid 19, Logisly masih memperkuat jaringan logistiknya dengan memperluas target pasar dan jumlah armada, guna meningkatkan penggunaan teknologi untuk meningkatkan efisiensi logistik di Indonesia. : Lima startup ini akan membantu pedagang GrabFood di pasar terbaru Grab – platform Logisly memudahkan kargo atau pengirim untuk memesan truk dan pemilik truk untuk pesanan dan pendapatan.

Roolin Njotosetiadi, Co-Founder dan CEO Logisly, mengatakan dalam situasi sulit ini, Logisly terus berkembang, dengan lebih dari 1.000 perusahaan bekerja sama dengan perusahaannya.

Logisly bekerja sama dengan ratusan pengirim barang di Indonesia, menyediakan produk dari barang konsumen yang bergerak cepat, elektronik, impor dan ekspor, e-commerce dan teknologi.

“Kami bekerja langsung dengan klien, seperti Unilever, Haier, Midea, Grab atau penyedia layanan logistik lainnya yang membutuhkan truk, seperti Maersk Line, FedEx, dll. Roolin mengatakan pada Sabtu: (03 / 10/2020), dalam siaran pers resminya .

Memperoleh Surat Izin Jasa Pengelolaan Transportasi Komersial (SIUJPT) juga menjadi momen penting bagi Logisly untuk terus meningkatkan reputasinya dengan memenuhi kebutuhan transportasi para pengirim barang kami. – Berbeda dengan perusahaan tradisional, Logisly bukan jenis truk atau truk. Co-founder dan direktur teknis Logisly, Robbi Baskoro menunjukkan bahwa jaringan Logisly sangat luas dibandingkan dengan produk alternatif lain di pasar. Di pasar ini, perusahaan menawarkan rangkaian lengkap Blindvan, Engkel, dan Wingbox. Jenis truk dan area servis, trailer, dan berbagai armada lainnya akan dikirim ke seluruh Indonesia.

“Kami juga memastikan bahwa uptime truk mencapai 99% untuk memenuhi perubahan pengirim dan pasar selama pandemi Covid-19 Robbi menjelaskan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *