Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Manajemen Grab Indonesia akhirnya menyuarakan suaranya dalam kerangka keputusan Komite Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Nomor 13 / KPPU-I / 2019.

Seperti kita ketahui bersama, KPPU telah menemukan PT Solusi Transportasi Indonesia (Grab Indonesia) bersalah (Laporan I) dan PT Teknologi Penggawai Indonesia (TPI) (Laporan 2) terkait dugaan diskriminasi terhadap mitra pengemudi.

KPPU memutuskan untuk menetapkan nilai Rupiah PT Solusi Transportasi Indonesia (GRAB) sebesar Rp 30 miliar. KPPU juga mendenda PT Teknologi Transportasi Indonesia (TPI) 19 miliar rupiah. Sanksi dijatuhkan atas pelanggaran Pasal 14 dan 19 Undang-Undang Larangan Perilaku Monopoli dan Persaingan Dagang Tidak Sehat tahun 1999. (TPI) dan PT Grab Teknologi Indonesia.

“Kami menyayangkan bahwa meskipun Grab argumen dan bukti kuat didukung oleh saksi dan ahli, KPPU meyakini bahwa Grab dan TPI bersalah atas TPI Tuduhan itu diunggulkan oleh mitra pengemudi. Dalam gugatannya, ‚ÄĚkata juru bicara Grab Indonesia, Jumat (3/7/2020).

Manajemen Grab mengatakan; Pertama-tama, Grab percaya bahwa kerja sama antara Grab dan PT TPI tidak melanggar atau melemahkan aturan apapun, apalagi menimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat. Tujuan terjalinnya kerjasama ini adalah untuk memberikan manfaat bagi semua mitra pengemudi. “Miliki mobil pribadi,” kata juru bicara Grab Indonesia.

Oleh karena itu, pihaknya mengatakan bahwa Grab bekerja sama dengan PT TPI untuk memudahkan pengemudi dari mitra tertentu mendapatkan layanan persewaan mobil yang menguntungkan sehingga dapat terus meraup untung. Hidup, sama seperti orang lain.

“Kedua, kami selalu percaya bahwa semua pengemudi mitra kami memiliki peluang ekonomi yang sama. Sistem pemesanan kami didasarkan pada kinerja dan manfaat serta adil dan murni, karena Grab bertujuan untuk menjaga lingkungan pengguna yang positif dan saling menghormati. Dia menekankan …

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *