Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Tentunya, berkiprah di era digital saat ini sangat erat kaitannya dengan keberadaan media sosial. Bahkan media sosial telah menjadi salah satu aspek penting dalam menjalankan bisnis. Perkembangan media sosial yang semula hanya sebuah tempat sosial, namun kini telah menjadi ekosistem baru yang telah merubah transaksi masyarakat, metode sosial, gathering, dll menjadi serba online.

Menjadi kreator konten kini juga menjadi bisnis yang menjanjikan.

Pembuat konten adalah profesi yang membuat konten, baik itu berupa tulisan, gambar, video, bentuk suara, atau kombinasi dari dua materi atau lebih. -Lalu biasanya masuk ke tim kreatif atau tim media sosial, karena kontennya didesain untuk media digital (seperti Youtube, Instagram, Tiktok, dll).

Namun, pembuat konten masih sering menemui beberapa masalah, yaitu hanya palsu jika ada pihak lain yang membajak konten tersebut.

Membaca: Menyinggung Bill Gates, tweet Elon Musk tiba-tiba menyebar, Isinya apa?

Oleh karena itu, sebagai solusi aplikasi media sosial, Hyppe akan menyelesaikan masalah ini dan fokus pada teknologi perlindungan konten, berbasis teknologi tempur sidik jari untuk melindungi konten dari pembajakan. Baca: Berlutut, Facebook dan Google Harus Bayar Konten Berita di Australia — Bicara soal “fingerprint konfrontasi”, teknologinya sendiri bisa membantu melindungi setiap konten, yang mengindikasikan adanya pembajakan konten. Magin M dikatakan sebagai direktur strategis Hyppe Teknologi Indonesia. — Selain pertarungan sidik jari, dasar teknis aplikasi Hyppe juga mencakup elemen blockchain.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *