Laporan reporter Tribunnews.com Reynas Abdila-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah saat ini sedang menyusun Peraturan Presiden (EBTKE) tentang Energi Terbarukan dan Konservasi Energi. Dalam Perpres tersebut, pelaku usaha di sektor industri EBTKE akan mendapatkan insentif dan kompensasi.

Hariyanto, Direktur Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia, mengatakan ada insentif dan kompensasi bagi perusahaan fosil. Sektor bahan bakar beralih ke energi terbarukan.

Namun, Hariyanto tidak merinci insentif dan kompensasi yang akan diberikan.

“Fokus Perpres adalah menyesuaikan harga untuk menarik investor di industri energi. Hariyanto mengatakan pada webinar pembangunan berkelanjutan ekonomi masa depan yang diselenggarakan Rabu (26/8/2020): Mahkamah Agung Menolak Perpres 64/2020, KPCDI meminta DPR berkomitmen- “Yang tak kalah penting, ini insentif dan kompensasi. Misalnya mendorong pembangunan panas bumi dan pembangkit listrik. Dia menambahkan, insentif ini diharapkan dapat menurunkan tarif panas bumi dan menjadikannya kompetitif.

Baca: Mulan Jameela Prihatin Utang PLN Rp 694,79 Miliar Tarif Listrik

Arthur Simatupang, Ketua Umum Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia, mengatakan EBTKE Perpres diyakini bisa menarik investor ke energi baru dan terbarukan bidang. — “Saat ini, banyak pelaku bisnis mulai tertarik untuk beralih ke EBTKE, terutama karena regulasi dan biaya yang menurun dalam lima tahun terakhir.” Bapak Ikhsan Asaad dari proyek PT PLN (Persero) mengatakan bahwa PLN juga sudah mulai merealisasikan peralihan energi dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan. Salah satunya rencana khusus pembangunan 2.600 pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

Tujuan dari de-diesel adalah untuk menggantikan penggunaan energi fosil yang diimpor dengan energi yang berkelanjutan untuk mengurangi BPP dan meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan.

Selain itu, PLN juga mulai mengembangkan infrastruktur kendaraan listrik. Tahun ini diperkirakan ada 168 titik SPKLU, dan setiap kendaraan listrik mengkonsumsi 12 kWh per hari atau setiap kendaraan listrik mengkonsumsi 4380 kWh per tahun.

“Mengapa PLN menganggap pentingnya kelistrikan mobil begitu penting? Memang visinya adalah nol impor minyak dan misinya adalah mempercepat pertumbuhan kendaraan listrik seperti Norwegia dan meningkatkan penjualan listrik.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *