JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Pasar audio yang masih terbuka mendorong perintis merek audio asal Prancis bernama Devialet untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Managing Director -Devialet Asia Pacific Martin Ku mengatakan dengan produk ini, pelanggan Indonesia tidak perlu bepergian ke Singapura atau Taipei. Dia berkata: “Mengingat fakta di toko-toko seperti Marina Bay Sands Singapura dan toko Taipei 101, permintaan produk Devialet kuat, yang mendorong kami untuk memasuki pasar Indonesia.” Katanya.

Devial ​​et choose Sebagai distributor lokal, V2 Indonesia akan menjual produknya ke seluruh Indonesia.

Membaca: Dalam rekaman Daesh, Covid-19 adalah hukuman Tuhan-Devialet didirikan di Paris pada 2007 dan merupakan perusahaan akustik dan inovasi suara paling terkenal di dunia.

Keberhasilan Devialet didasarkan pada serangkaian inovasi besar yang diintegrasikan ke dalam semua produk Devialet, termasuk amplifier Expert Pro dan array Phant om Devial ​​et speaker – yang dimiliki kedua perusahaan Dikenal dengan paten, mereka ADH® dan SAM®.

ADH untuk teknologi pencampuran analog-digital adalah inovasi terpenting Devialet dalam amplifikasi suara, yang menggabungkan teknologi canggih dari speaker ringkas dengan amplifikasi analog dari teknologi digital kelas D.

Teknologi SAM® (Active Speaker Matching) membuat reproduksi suara yang jernih lebih realistis, apa pun bentuk speakernya. pembicara.

Insinyur mekanik, elektronik, dan pemrosesan sinyal Devialet bekerja tanpa lelah untuk mencapai tujuan yaitu memberikan suara yang ingin didengar orang tanpa kerusakan pendengaran, gangguan, atau di setiap ruangan kebisingan.

Rudi Hidayat, CEO V2 Indonesia, mengaku sangat senang menjadi distributor produk Devialet di Indonesia. -Tidak diragukan lagi, keunikan teknologi dan desain canggih Devialet niscaya akan mengesankan industri audio Indonesia di masa depan. Dia berkata: “Saya pikir Devialet akan mengubah pandangan bahwa seseorang menjadi pelanggan kami.”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *