TRIBUNNEWS.COM – Bahkan dalam pandemi virus koronal ini, umat Islam atau mereka yang dibebani oleh hukum agama masih dipaksa berpuasa.

Waktu puasa di bulan Ramadhan akan berbeda dari tahun sebelumnya. Pandemi virus korona belum berakhir.

Masalah puasa selama Ramadhan tahun ini terus muncul, banyak orang di Indonesia saat ini sedang dipantau oleh Corona Virus (ODP). Haruskah ODP melakukan Ramadhan dengan cepat?

Jadi, apa yang harus dilakukan staf medis yang merawat pasien dengan coronavirus? -Baca: Hukum menelan sebelum Wudu sebelum puasa Ramadhan-Membaca: Ide puasa Ramadhan dan metode diet setelah keputusan Untuk orang-orang dengan status ODP. Amerika Serikat terkait dengan puasa Ramadhan. –Mudofir mengatakan bahwa jika ODP dalam keadaan lemah dan membutuhkan vitamin, itu perlu kesegaran dan kesehatan, sehingga dapat meninggalkan puasa dan berubah untuk hari lain.

Ini karena dapat menjaga kesehatan dan menyelamatkan jiwa lebih penting.

“Jadi, dari sudut pandang bersyarat, apakah ODP membutuhkan vitamin yang disempurnakan dengan herbal, dan vitamin-vitamin ini seharusnya tidak dalam keadaan lemah, ia tidak harus berpuasa.” Namun, jika ODP masih sehat dan dalam kesehatan yang baik, Anda harus berlatih terlarang Makanan-Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang Islam dan Ramadhan? Anda dapat mengajukan pertanyaan dan berkonsultasi dengan agen konsultasi Islam Ust secara langsung. Zul Ashfi (S.S.I, Lc)

Kirim permintaan Anda ke Consultation@tribunnews.com

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi Tribunnews.com Syariah Islam

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *