TRIBUNNEWS.COM-Ramadhan memasuki fase ketiga. Dalam sepuluh malam terakhir, umat Islam disarankan untuk beribadah.

Keindahan suci Ramadhan meningkat lagi dalam sepuluh hari terakhir, karena dalam sepuluh hari ini, satu malam bernilai seribu bulan, malam lailatuul qadar.

Di bulan Ramadhan, Rasula melihat ibadahnya dua kali lipat dan dia kurang tidur. –Jadi, apakah lebih baik mengikuti jejak Nabi?

Meski tidak dapat dipungkiri bahwa tidak mudah untuk bangun di malam hari.

Anda harus mempersiapkan kondisi fisik dan tenaga yang cukup agar selalu bisa bangun di malam hari. Lantas, bagaimana caranya agar tetap terjaga selama sepertiga dari istiqomah?

Dalam pembahasan tentang Tartib al-Aurad wa Tafshil Ihya’al-Lail, Abu Hamid al-Ghazali menyampaikan tips dan trik agar mereka selalu bisa bangun malam dan melakukan shalat malam. “Dia berinvestasi dalam karyanya yang sangat populer, Ihya” ‘Ulumuddin.

Menurutnya, seseorang harus mempersiapkan tubuh dan pikiran yang cukup untuk membuat mereka selalu terbangun di malam hari, terutama sepertiga malam. Secara rinci al-Ghazali artinya:

Persiapan fisik, meliputi:

Apakah Anda mempunyai pertanyaan tentang Islam dan Ramadhan? Anda dapat mengajukan pertanyaan dan berkonsultasi dengan Konsultasi Islam Ust secara langsung. Zul Ashfi, S.I. Lc

Kirim pertanyaan Anda ke consult@tribunnews.com

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi Kolom Konsultasi Islam Tribunnews.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *