Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Masjid Cut Meutia mengadopsi gaya arsitektur khas Belanda. Bangunan itu tidak terlihat seperti masjid secara keseluruhan. Memiliki nilai sejarah yang panjang karena pernah dimiliki oleh koloni Belanda.

Masjid ini memiliki dua pintu masuk yang saling berhadapan untuk memudahkan wisatawan memilih rute ke masjid. — Kaligrafi Arab menghiasi dinding masjid. Suasana di malam hari begitu khusyuk. –Seorang wanita tua sedang berbaring telungkup di karpet merah masjid.

Siluet orang yang sedang berbaring sedang menunggu saat berbuka puasa.

Baca: Ini adalah konten alpukat, yang secara efektif dapat mengurangi risiko diabetes dan penurunan berat badan-burung menghuni dinding masjid. Tweet diam-diam.

Memang tidak biasa untuk memotong arsitektur Masjid Meutia. -Tapi itu meninggalkan sejarah panjang perjuangan Indonesia untuk kemerdekaan.

Terputus dari pemimpin remaja Masjid Meutia (RICMA) Muhammad Husein (Muhammad Husein), bangunan itu juga beberapa kali berganti fungsi dan menjadi Kantor Urusan Perumahan, yang merupakan Konferensi Permusyawaratan Rakyat sementara (MPRS) Kantor Urusan Agama Sekretariat.

Baca: BMKG: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, Minggu Mei 18 Agustus 2020, “Hujan Lebat, Petir, dan Lubang Ventilasi”

“Sebenarnya Gedung Ini Hampir Bongkar. Tapi AH ( Abdul Haris) Jenderal Nasution memainkan peran penting dalam mempertahankan gedung Cut Meutia, “kata Hussein kepada Tribune Network.

Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang Islam dan Ramadhan? Anda dapat mengajukan pertanyaan dan berkonsultasi dengan Konsultasi Islam Ust secara langsung. Zul Ashfi (S.S.I, Lc)

kirim permintaan Anda ke Consultation@tribunnews.com

untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi Bagian Agama Islam Tribunnews.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *