TRIBUNNEWS.COM-Ketika puasa, memasak dan mencicipi makanan melanggar Hukum Markle. -Macru tidak direkomendasikan, tetapi tidak bisa diabaikan. -Dr. H. Syamsul Bakri dari Ag mengatakan: IAIN Surakarta Wakil Kepala Urusan Kemahasiswaan dan Kerjasama.

Menurutnya, mencicipi makanan bukanlah sesuatu yang membatalkan puasa.

“Tentu saja, orang yang membatalkan puasa akan makan atau membatalkan puasa.” Mencicipi makanan bukan salah satu hal puasa, tetapi para peneliti mengatakan bahwa mencicipi makanan adalah hal utama bagi orang yang berpuasa, yang berarti Makanan tidak direkomendasikan tetapi tidak dibatalkan, “katanya di acara YouTube Tribunnews.com, Tanya Ustaz. -Meski hukum dilanggar, tidak merekomendasikan orang yang bukan koki untuk mencicipi makanan,” katanya. “Namun, jika koki puasa diizinkan untuk memasak, maka aturan mencicipi makanan selama puasa mungkin diperbolehkan. Orang-orang seperti koki di restoran mana pun, dan ini akan berdampak pada rasa makanan. Oleh karena itu, makruh tidak diperbolehkan, tetapi diizinkan Gunakan, prinsipnya diperbolehkan, “katanya.

Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang Islam dan Ramadhan? Anda dapat mengajukan pertanyaan dan berkonsultasi dengan Konsultasi Islam Ust secara langsung. Zul Ashfi (S.S.I, Lc)

kirim permintaan Anda ke Consultation@tribunnews.com

untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi Bagian Agama Islam Tribunnews.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *