TRIBUNNEWS.COM-Wahid Ahmadi, ketua Asosiasi Dai Indonesia (IKADI) di Jawa Tengah, menghapuskan hukum mencium suaminya saat puasa selama bulan Ramadhan.

Dia menjelaskan bahwa Jimma atau berhubungan seks saat puasa dapat membatalkan puasa.

Oleh karena itu, “semua yang kita tahu yang mengarah pada pembatalan puasa tidak boleh dilakukan.” Demikian dikutip dalam kutip, Rabu (22 April 2020). – “Semua kegiatan yang mengarah ke arah ini juga berarti bahwa mereka Wahid Ahmadi menjelaskan. Memperingati larangan beribadah di masjid selama pandemi korona – ia menambahkan bahwa Kategori hal-hal berbeda, mulai dari yang ringan sampai yang berat.

“” Namun demikian, kata pull masih beberapa orang berciuman dengan ringan. Dia menjelaskan bahwa untuk mencapai level yang sudah berat, bisa pada hari Ramadhan. Serahkan ke perbudakan Gima.-Menurutnya, jika Anda rukun dengan suami Anda saat puasa, itu diperbolehkan. Ini dilarang. “Jadi bisa diukur bahwa kategori bahaya sama sekali tidak diizinkan. “

Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang Islam dan Ramadan? Anda dapat mengajukan pertanyaan dan langsung melihat konsultasi Islam Ust. Zul Ashfi, SSI, LC

Kirim permintaan Anda Pergi ke Consultation@tribunnews.com

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi bagian Konsultasi Islam Tribunnews.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *