TRIBUNNEWS.COM – Berikut adalah beberapa cara efektif untuk melatih anak-anak untuk berpuasa, serta hal-hal yang perlu dipertimbangkan ketika melatih anak untuk berpuasa dari sudut pandang seorang psikolog. Indonesia memasuki hari kesebelas Ramadan (1441 Hijriah).

Ramadan biasanya ditetapkan oleh banyak orang tua untuk melatih anak-anak mereka berpuasa.

Sampai hari ini, apakah ada kesulitan dalam melatih anak untuk berpuasa?

Psikolog dan pendiri Anava Institute of Psychology, Maya Savitri di St. Paul, Massachusetts, berbagi banyak tips.

Maya mengatakan bahwa sebelumnya, orang tua perlu mempertimbangkan banyak hal sebelum melatih anak-anak mereka untuk berpuasa. Pasangan dengan teh hijau blueberry-Baca: Menu Sahur yang direkomendasikan oleh dokter dan puasa sehat untuk memenuhi kebutuhan buah-buahan dan sayuran-hal yang perlu dipertimbangkan termasuk kesehatan fisik dan mental anak. Maya mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Tribunnews.com melalui tautan Zoom, Senin (5 Mei, 2020) pagi: “Jadi, siapa pe? Kondisi fisik anak itu sebenarnya dianggap sebagai penyebab puasa anak,” katanya. : “Apakah kondisi fisiknya sehat, maka kondisi psikologis orang tua harus memastikan bahwa kami siap untuk mengajarkannya.”

Menurut Maya, setiap orang tua memiliki cara mereka sendiri untuk mengetahui kapan melatih anak-anak mereka untuk berpuasa.

Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang Islam dan Ramadhan? Anda dapat mengajukan pertanyaan dan berkonsultasi dengan Konsultasi Islam Ust secara langsung. Zul Ashfi, SSI, LC

Kirim permintaan Anda ke consulting@tribunnews.com

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi Bagian Agama Islam Tribunnews.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *