TRIBUNNEWS.COM-Dalam pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung, orang-orang didorong untuk berdoa tarawih di rumah.

– Shalat Tarawih dilakukan di rumah untuk meminimalkan dan mencegah penyebaran coronavirus (Covid-19). -Ini sesuai dengan peraturan Fatwa Dewan Indonesia Indonesia. 13 tahun 2020 Uremas (MUI) .MUI mengumumkan bahwa umat Islam yang tinggal di daerah yang paling mungkin menyebarkan virus korona dapat melakukan lima doa palsu atau bertemu di masjid untuk berdoa dan kemudian melakukannya di rumah. -Menurut Dr. Marabona Munthe dari ME Sy dalam artikel “Prosedur Sholat Taravi”, prosedur sholat Tarawi di jemaah dan hanya di rumah tidak jauh berbeda dengan ibadah di masjid. Di sidang dan rumah-rumah pribadi. -Reading: 10 esai pendek doa Talavi di rumah Yiji -Reading: Niat dan prosedur doa Talavi selama Ramadhan 2020 dari Tabir ke Salam- -Untuk mengatur menara di jemaah Rawai berdoa bahwa harus ada seorang imam untuk membimbing doa dan jemaat. Muhammad (halaman 43) bersikeras bahwa shalat Talawi dilakukan di 8 rakaat.

Ini konsisten dengan hadis aisyah ra:

“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak pernah berdoa lebih dari 11 rakaat yang dihormati. Selama bulan Ramadhan atau bulan lainnya, ia berdoa 4 rak ‘ah, tidak meminta kebaikan dan panjang, lalu dia berdoa untuk 4 rakaat, tidak meminta kebaikan dan panjang, kemudian dia berdoa untuk 3 rakaat “((Bukhari No. 2013, Muslim No. 837 melaporkan).

Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang Islam dan Ramadhan? Anda dapat mengajukan pertanyaan dan berkonsultasi langsung dengan agen konsultasi Islam Ust. Zul Ashfi (SSI, Lc) – kirim permintaan Anda ke Konsultasi @ tribunnews.com

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi Pengajaran Islam Tribunnews.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *