TRIBUNNEWS.COM – Dalam kondisi pandemi saat ini, pemerintah mendesak umat Islam untuk beribadah di rumah. —— Jumat dan Jumat, shalat wajib sampai shalat tarawih di rumah untuk mencegah Covid-19 menyebar.

Dr KH Ahmad Sujak Al-Akbar Surabaya, kepala Masjid Nasional BPP menjelaskan hukum ibadah Tarata dan produksi domestiknya. – Dia mengungkapkan bahwa Khalitab hadir di Khalitab selama periode Khalifah Umar Bin Khalifah – Tetapi Nabi tidak meminta shalat di masjid.

“Sebelum era Umar bin Khattab di masa Nabi, tidak ada kata-kata shalat tarawih dalam bentuk doa.”

“Nabi hanya berdoa tiga kali di masjid dalam waktu sebulan, dan sisanya di rumah. Pada saat itu, ada seorang utusan Allah, dan beberapa tidak, karena Rasula tidak diperlukan. Hanya ada 3 kali selama periode ini, “katanya.

Baca: Kapan niat puasa Ramadhan dilaksanakan? Ini adalah doa cepat dalam teks-teks Arab dan Latin – tetapi selama kekhalifahan dalam kekhalifahan Hamar, doa doa menjadi doa Talawi dan dilakukan di antara para peziarah di masjid.

“Tetapi Khalifah Umar bin Khattab terlihat seperti ini. Pada saat itu, para sahabat setuju,” katanya kepada penanggung jawab YouTube TribunJatim (23/4/2020) pada hari Kamis.

Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang Islam dan Ramadhan? Anda dapat bertanya langsung kepada Anda dan berkonsultasi dengan Islamic Consultative Agency. Zul Ashfi, SSI, Lc-kirim permintaan Anda ke Consult@tribunnews.com- informasi lebih lanjut tentang Tribunnews.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *