TRIBUNNEWS.COM, puasa SOLO-Ramadhan adalah kultus yang dipercayai oleh umat Muslim di seluruh dunia.

Di sisi lain, puasa Ramadhan telah menjadi dilema bagi wanita hamil.

Masalah yang dihadapi oleh wanita hamil adalah sangat disayangkan untuk berpuasa sebulan sekali setahun.

Namun, puasa akan merusak kesehatan janin yang terkandung di dalamnya.

Membaca: Ini adalah waktu yang tepat untuk menambah nutrisi ketika berpuasa

Membaca: Bisakah kita makan dan minum setelah berkuasa? Penjelasan selanjutnya

ahli gizi klinis di laboratorium gizi UNS Medical College. Amelya Augusthina Ayusari mengatakan bahwa jika seorang wanita hamil melakukan puasa sendiri.

“Wanita cepat harus memperhatikan banyak hal,” menghubungi Dr. Amelya di TribunSolo.com (4/4/2020) pada hari Senin.

“Dalam Islam, wanita hamil mengatakan bahwa mudah untuk menemukan bahwa mereka tidak dipaksa untuk berpuasa.

Jika wanita hamil ingin melanjutkan puasa, hal-hal yang harus diperhatikan selama kehamilan.

Baca: Ketika puasa Dapatkah saya menyikat gigi dan berkumur? Penafsiran ini dan hukum Ustaz Abdul Somad berkata:

Baca: Setelah keputusan Ramadhan, prosedur wajib dan renang dapat ditetapkan Prinsip-Prinsip Panduan Niat

Selama kehamilan, periode kehamilan setiap bulan adalah tiga bulan atau tiga bulan kehamilan.

“Tetapi jika Anda terus berpuasa, Anda harus mempertimbangkan waktu kehamilan. “Dia berkata. -Apakah Anda memiliki pertanyaan tentang Islam dan Ramadhan? Anda dapat mengajukan pertanyaan dan langsung berkonsultasi dengan agen konsultasi Islam di Ust. Zul Ashfi (SSI, Lc) — -Kirim permintaan Anda ke Consultation@tribunnews.com

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi Tribunnews.com Islamic Syariah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *