TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai kembali melakukan penindakan untuk menindak pergerakan barang ilegal di seluruh Indonesia. Hal ini sejalan dengan ketentuan Undang-Undang Kepabeanan untuk melindungi masyarakat dari bahaya pergerakan barang ilegal. Bea Cukai Bandar Lampung memiliki sedikitnya lima dinas bea dan barang konsumen yang tersebar di Bandar Lampung, Surakarta, Telok Bakur, Pekanbaru dan Bangladesh. Dinas bea dan barang konsumen telah berhasil mengamankan kargo termasuk rokok dan minuman beralkohol ilegal. Keamanan.

Pada Minggu (23/08), Bea Cukai Bandar Lampung berhasil melakukan aksi perdagangan truk di ruas tol Bakauehni-Tebanggi Besar di Lampung Selatan. Truk itu membawa rokok ilegal. “Saat patroli, petugas bea dan cukai berusaha menghentikan truk sasaran. Saat ditanya, pengemudi truk cepat ini berusaha kabur tapi akhirnya berhasil dilindungi polisi,” kata Esti Viyan, Kepala Kantor Bea Cukai Bandar Lampung. Kata Dari (Esti Wiyandari). -Untuk menghindari kecurigaan polisi dan menyamarkan bahaya pengangkutan rokok ilegal, truk itu berdasarkan hasil pemeriksaan, petugas menemukan ada 1.832.000 batang rokok di pita cukai palsu dengan nilai komoditas lebih dari 1,8 miliar dolar AS. Rp dapat merugikan negara 10,8 miliar rupiah. Hilangnya crores-Esti juga menyatakan pihaknya masih berkomitmen memberantas rokok ilegal guna menghilangkan keresahan masyarakat dan pelaku usaha legal tentang peredaran rokok ilegal di Lampung.Hal ini juga menyikapi mereka yang bertanggung jawab atas peredaran ilegal. Menghasilkan efek jera.

Antara pulau Jawa, Dinas Bea dan Cukai Surakarta menemukan kegiatan peredaran narkoba. Dapatkan minuman beralkohol melalui e-commerce. Setelah diselidiki, polisi menemukan alkohol yang dijual disimpan di Boiolali dan Surakarta. Pada Rabu (12/08), polisi menggerebek area penyimpanan dan berhasil memastikan 52 kotak berisi 626 botol minuman beralkohol ilegal.

Budi Santoso, Kepala Kantor Bea Cukai Surakarta, mengatakan: “Penjualan minuman beralkohol ilegal diperkirakan mencapai Rp 470 juta.” Selain untuk mendapatkan barang bukti, petugas bea cukai dan pajak konsumsi juga membawa dua tersangka untuk diselidiki guna mengungkap lebih lanjut kejahatan mereka. Jaringan dan distribusi. Rokok ilegal. Kali ini, Kantor Bea Cukai Teluk Bayur menggelar acara pasar di kota Paakumbuh mulai 26-28 Agustus 2020. Melalui kegiatan ini, petugas menyita 86.456 batang rokok ilegal dan potensi kerusakan negara diperkirakan melebihi Rp 47 juta, kata Direktur Bea Cukai Truk Begur Hillman Satria.

Tidak hanya penindakan dilakukan secara mandiri, Bea Cukai Truk Begur juga bekerja sama dengan masyarakat untuk memperkuat pengawasan. Pada Kamis (27/08), Kantor Bea Cukai Teluk Bayur menerima laporan dari masyarakat bahwa ada pengiriman rokok ilegal ke Kabupaten Agam di Sumatera Barat. Usai laporan ini, polisi langsung melakukan patroli darah di wilayah sasaran operasi. Dalam operasi ini, kami juga bekerja sama dengan aparat Polri di Bukit Tinggi, oleh karena itu kami menyita 65 boks rokok ilegal tanpa stempel pajak konsumsi. Hillman mengatakan, potensi kerugian negara adalah Rp 569 juta. Dan rokok dengan stempel pajak konsumsi curian. Dan pedagang grosir terdekat menjual rokok ilegal atau legal, melakukan wawancara dengan pedagang, dan mengambil tindakan ketika mereka menemukan bahwa rokok ilegal masih dijual di toko. Pricho menambahkan: “Selain pemeriksaan silang terkait rokok ilegal, petugas juga mengedukasi masyarakat tentang bagaimana membedakan antara rokok ilegal dan legal, mensosialisasikan dan menyerukan penjualan rokok ilegal.” Usahakan agar 60 lembar bebas pajak konsumsi. Rokok ilegal. “Kami berhasil memastikan keamanan rokok pada Jumat (28/8). Ony Ipmawan mengatakan:“ Rokok dikatakan sebagai zona bebas di Batam. “Operasi dimulai dengan intelijen Bea Cukai Bengkalis terhadap penumpang kapal KMP Citra Mandala Abadi. Petugas kemudian melakukan pengecekan tas besar dan dua kotak yang dibawa penumpang. Saat pemeriksaan ditemukan rokok ilegal. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, petugas menyita rokok dan menyita. Bawa ke Konter Layanan Sungai Baining.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *