TRIBUNNEWS.COM-Kejaksaan Negeri Karimun bekerja sama dengan Dinas Bea dan Cukai Daerah Istimewa Kepulauan Riau memusnahkan 532,9 ton amonium nitrat hasil tangkapan bea dan cukai, Rabu (09/09). – Kolam besar di kawasan Kepulauan Riau Terminal Ketapang Kantor Pajak Bea dan Konsumsi Khusus. -Kepala Dinas Bea Cukai dan Pajak Konsumsi Khusus Daerah Kepulauan Riau Agus Yulianto mengatakan amonium nitrat yang dimusnahkan tersebut sudah bertahun-tahun ditangkap bea cukai dan telah disimpan dengan aman di bea cukai dan pajak konsumsi di gudang kantor wilayah. Tanjung Balai Karimun dan Gudang PT Dahana menunggu keputusan pemusnahan. Ia mengatakan selama dua hari ini, kami berharap dapat terus melakukan koordinasi dan kerjasama khususnya dalam penerapan hukum. – Kantor Agnes Triani yang dipimpin oleh Kepala Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan Agung berkedudukan di Kepulauan Riau Agus Yulianto. Didampingi oleh Kajati Kepri Sudardiwadi, Kepala Kantor Bea Cukai Karimun Anwar Hasyim, Wakil Gubernur Karim Ka. Karjari Karimun Rahmat Azhar dan Pimpinan Angkatan Pertahanan Rakyat di Kimun. Agnes menyatakan bahwa amonium nitrat yang dimusnahkan berasal dari sepuluh adat yang berkekuatan hukum tetap. Kasus Pidana-Selain itu, Agnès Triani juga mengumumkan: “Hari ini kehancuran negara dapat dicapai melalui koordinasi, komunikasi dan koordinasi kita. Sampai akhir, kami berharap dapat melanjutkan pemusnahan dengan aman dan lancar. “

” Jika amonium nitrat tidak segera dihancurkan, hal itu akan berdampak negatif di masa mendatang. Setelah tim ahli Mabes Polri mengajukan solusi, solusi itu bisa saja dimusnahkan jika dilarutkan dalam air. Ia mengatakan, karena ini cara paling aman untuk menghancurkan amonium nitrat dan tidak akan menimbulkan kerusakan. -Sebenarnya Agnes mengatakan bahwa dalam beberapa tahun lagi lahan penyimpanan amonium nitrat akan subur dan bukan merupakan limbah B3. Ia mengatakan: “Kalau selama ini kita terus mengatakan ini limbah B3, maka ada yang tidak beres.” Agnes mengatakan, pemusnahan amonium nitrat di belakang Kanwil Khusus Republik Indonesia akan memakan waktu dua hingga tiga hari. Karena tidak bisa membunuh tidak bisa dilakukan dalam satu waktu. Karena penyembelihan dilakukan dengan cara mengeluarkannya dengan kantong kemudian dilarutkan dalam air. Dia menjelaskan: “Kalau penghancuran selesai satu kali, lalu ditumpuk lalu disiram, itu bukan cara yang efektif.” Riau bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Karimun dan Polda Kepulauan Riau, serta berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Karimun. Selesaikan bukti secara tertib, administratif, nyata, dan ekologis. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *