TRIBUNNEWS.COM-Kantor Bea dan Cukai Daerah Bali, NTB, dan NTT (Bali Nusra) bekerja sama dengan beberapa Bea dan Cukai lain dan BNN berhasil menghentikan penyelundupan narkoba dari luar negeri dalam dua tuntutan pada Maret 2020. Upaya ke Denpasar. Suleiman, Direktur Divisi Fasilitas Bea Cukai Bali Nusra, mengatakan: “Kami melakukan penuntutan terhadap barang dari Belanda sebanyak dua kali di kantor pos di Renon Denpasar dari tanggal 11 hingga 23 Maret 2020. Dua WN Rusia ditangkap sebagai penerima dua paket. -Sulaiman menjelaskan, penyelundupan narkotika dari Belanda berhasil ditindak melalui petugas bea cukai.

“Intelijen Bea Cukai Jakarta, 9 Maret 2020 Departemen memberikan informasi di sebuah pos Belanda. Suleiman menjelaskan, “Diduga ada olahan narkotika akronim AS i (41) di Bali. Ray dan periksa. Dia menambahkan: “Tiga pembungkus plastik transparan ditemukan, yang berisi serpihan mirip dengan kulit kayu coklat.” Suleiman berkata: “Ada bukti dalam paket bahwa anestesi dimethyltryptamine memiliki berat 1.543,7 gram.” -Pengoperasian selanjutnya akan dilakukan pada Senin (3/3), pengirim dan penerima sama dengan paket yang dicegat sebelumnya. – “Dari hasil pemeriksaan ditemukan pembungkus plastik berwarna coklat muda yang juga mengandung zat anestesi dimetiltriptamin seberat 510 gram,” tambah Sulaiman. Bea dan Cukai Bali Nusra (Bea dan Cukai Bali Nusra) kembali melakukan pekerjaan pengiriman terkontrol.Kali ini, penerima paket menuju kantor pos di Ubud untuk mengambil paket. Suleiman menyimpulkan.

Kemudian serahkan tersangka dan barang bukti ke BNN Provinsi Bali untuk dilacak. ) Menggabungkan Pasal 103 (c) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006, Pasal 113 (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Republik Indonesia, yang melibatkan hukuman mati, penjara seumur hidup atau minimal 5 tahun penjara Tahun obat narkotika, sampai 20 tahun, dengan denda maksimal 100 milyar rupee. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *