TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka Hari Anti Narkoba Sedunia pada 26 Juni, Bea Cukai Tegal turut serta dalam pertemuan lembaga anggota P4GN yang diselenggarakan oleh National Medical Association (Pencegahan, Penghapusan Penyalahgunaan Narkoba dan Narkotika Ilegal), Selasa (23/06) Narkotika Biro (BNN) Kota Tegal (Kota Tegal). Dalam hal ini, Kota Tegal (BNNK Tegal) juga mengundang beberapa parpol di empat kecamatan yaitu Kabupaten Brebs, Kabupaten Deger, Kota Deger dan Kabupaten Pemarang, karena keempatnya Semua daerah saat ini menjadi sasaran narkoba. Tembakau gorila.

BNN Gunawan, Gubernur BNN Provinsi Jawa Tengah, juga mengungkapkan pada acara pengungkapan kasus kecanduan narkoba di empat wilayah ini merupakan sinergi yang baik antara BNN, Polri dan bea cukai. Laporan informasi yang disampaikan oleh DJBC Jawa Tengah, DIY dan BNN Kanabinoid Jawa Tengah kemudian diteruskan ke Polda Atten Tegar dan Polres Bupati Pemalang yang bisa mengungkap beberapa kasus kanabinoid sintetik berbasis narkoba. Kata Ni. . Benny mengungkapkan, konsumen yang masih muda dan produktif lah yang membuat kasus ini miris. Jika situasi ini terus berlanjut, maka peluang Indonesia menjadi ekonomi terbesar keempat dunia pada tahun 2030 akan hilang.

Niko Budhi Darma, Kepala Kantor Bea Cukai Degor, mengutarakan pendapatnya. Ia mendukung penghapusan peredaran narkoba di Indonesia.

“Sebagai adat yang serius, upaya untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan membentuk direktorat narkoba agar bea cukai bisa lebih fokus pada upaya pemberantasan obat-obatan terlarang. Peredaran narkoba,” ujarnya. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *