TRIBUNNEWS.COM, Tangerang-Bea Cukai, Bareskrim Polri, dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia berhasil menemukan jaringan sindikat narkoba internasional yang mencoba menyelundupkan paket ekstasi dari Amsterdam di Belanda ke Indonesia. -Bareskrim Polri mendapat informasi bahwa paket yang akan masuk ke Indonesia dari Belanda berupa narkotika dan memberikan informasi kepada bea dan cukai. -Bareskrim melakukan investigasi dengan bantuan Bea Cukai Soekarno-Hatta dan menunjukkan bahwa paket tersebut telah dikirim. Kwitansi pengiriman menyatakan bahwa di dalamnya ada gaun pengantin, seperti yang kita ketahui bersama, kemasan sudah disimpan di Singapura selama sehari. -Empat pelaku yang ditangkap adalah H alias Anto, S alias Doyok (narapidana Lapas Makassar), HS alias (Lapas Narkoba Sungguminasa) dan HL alias Ardi (Lapas Narkoba Sungguminasa). Ada yang menyebut H adalah mantan polisi yang masuk dan keluar penjara karena kasus serupa. -Paket ekstasi dari Belanda tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada 1 Agustus 2020. Paket disimpan di dalam koper, ekstasi seberat 2074 gram akan dikirim ke Makassar.

“Untuk itu pengirim paket terdaftar atas nama WN Belanda JC (nama pengirimnya kira-kira alamat Makassar, Sulawesi Selatan”, tambah Finari.

Atas kelakuannya Dengan kata lain, tersangka dikenai Pasal 113 ayat 2, Pasal 114, ayat 2, dan Pasal 112 ayat 2, Pasal 132, ayat 1, dan Pasal 132, Pasal 132 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2020. 1 paragraf, dengan ancaman hukuman mati terbesar. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *