TRIBUNNEWS.COM-Sinergi Kepabeanan dan Biro Investigasi Kriminal Kepolisian Indonesia (Bareskrim Polri) sekali lagi menggagalkan penyelundupan narkoba ke Indonesia di perairan Krueng Peureulak, Aceh, Kamis, 21 Juni 2006. Petugas operasi ini berhasil mencoba total 119 kg obat berbasis metamfetamin yang diangkut oleh kapal kayu KM Teupin Jaya kali ini.

“Agen memperoleh informasi dari Daerah Pabean Kepulauan Riau tentang dugaan kapal bermotor di perairan Krueng Peureulak. Berdasarkan informasi yang diperoleh, armada BC 20002 melakukan patroli, kata Syarif. 11:00 sore Sekitar 00 British Columbia pada tahun 20002 SM tim patroli WIB melihat sebuah kapal kayu, yang menjadi target operasi penyeberangan laut, sekitar 17 kilometer jauhnya dari Kuala Langsa, menuju Bayeuen Berlayar melintasi laut Krueng Peureulak. Para petugas mengambil langkah untuk menghentikan kapal. Setelah berhasil menangkap dan menghentikan, petugas memeriksa kapal. “Menurut hasil pemeriksaan, ditemukan bahwa barang-barang dalam bentuk pot yang ditemukan dimuat dalam 119 buah dengan berat sekitar 1 kg. Dalam bungkusan itu, “Syarif menjelaskan. — Sebagai tindak lanjut dari penangkapan ini, bukti kapal dan tiga tersangka dibawa ke markas pabean di Kuala Lanza untuk diperiksa dan digeledah. Bea cukai juga berkoordinasi dengan polisi investigasi kriminal Kegiatan mereka untuk mengembangkan dan menyelidiki kasus lebih lanjut. Tahap membangun jaringan pengawasan adalah pencarian daftar personil polisi pada tahun 2014 – pelaksanaan bea cukai juga tidak terlepas dari kerjasama dan sinergi yang dibangun dengan Bareskrim, Kepolisian Nasional, khususnya obat-obatan. Birokrasi Terkait: Kerja sama selama tiga tahun terakhir telah difokuskan pada berbagi informasi, operasi bersama dan investigasi bersama. Sinergi kedua lembaga ini adalah langkah strategis untuk memberantas perdagangan gelap narkoba ke wilayah Indonesia untuk memiliki dampak terbesar pada jaringan narkoba. Sinergi yang dihasilkan dari perang melawan narkoba telah membuahkan hasil, dan dengan itu muncul Drug Release Network, yang akan memberikan gambaran umum tentang peta risiko dan informasi yang akan digunakan kembali untuk membangun langkah-langkah baru untuk memberantas dan memerangi maritim Patroli bea cukai. Jumlah kasus kecanduan narkoba meningkat sepanjang tahun 2020. Hingga Juni 2020, 331 kasus barang selundupan berhasil digagalkan. Tindakan ini merupakan bentuk komitmen kepabeanan tertentu untuk melindungi masyarakat Indonesia dari narkoba. Ini juga akan terus bekerja dengan personel penegak hukum lainnya untuk meningkatkan intensitas dan efektivitas pengawasan. Masyarakat juga dapat mendukung kegiatan ini dengan melaporkan kepada pihak berwenang penemuan kegiatan ilegal atau ilegal. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *