TRIBUNNEWS.COM-Pabean DIY Jawa Tengah berhasil menggagalkan upaya penyebaran rokok ilegal melalui jaringan Jawa-Sumatera. Selama operasi Gempur di Jawa Tengah, tiga operasi berturut-turut telah dilakukan.

Petugas Bea Cukai DIY Jawa Tengah berhasil memperoleh 3,8 juta rokok ilegal senilai Rp 386 miliar, yang dapat menghasilkan hingga Rp1,99 miliar. -Moqi DIY Kepala Penindakan dan Penyidikan Kantor Pabean Jawa Tengah. Arif Setijo Nugroho menjelaskan, timeline kejadian berawal dari informasi yang diterima adanya migrasi rokok ilegal dari Jepara ke Sumatera.

Selanjutnya, petugas kawasan khusus Kantor Bea Cukai Yogyakarta juga melakukan patroli di sepanjang ruas Jalan Demak-Semarang dan Tol Semarang. -Raih Tegal dengan menggandeng tim Bea Cukai Semarang dan Tegal.

Terakhir pada Sabtu (8/8) pagi di Jalan Tol Pejagan-Pemalang KM-311 di Suja Gesing Kab. Pemalang, Jawa Tengah, Kanwil Tegal dan tim bea cukai melakukan penyidikan dan pengoperasian pertama truk tersebut, truk tersebut ditemukan memuat berbagai merek rokok ilegal, disertai dengan pajak konsumsi dan stempel palsu tanpa pajak konsumsi. “Rokok senilai 1,09 miliar rupiah bisa merugikan negara sebesar Rp 634,1 juta.” Ia menjelaskan, rokok ilegal tersebut sengaja dikemas dalam kantong berisi merica untuk mengelabui polisi. Selain itu, barang, truk, pengemudi, dan personel inti yang diperoleh dari pelacakan juga dibawa ke Pabean Tegal untuk diperiksa. Keesokan harinya, Minggu (9/8) pagi, di Jalan Kaligawe Raya, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Kanwil DJP dan Tim Bea Cukai Dinas Pajak Konsumsi Kota Semarang melakukan pemeriksaan kedua terhadap truk tersebut dan melakukan tindakan. Truk itu ditangkap dan memuat 780.000 batang rokok tanpa stempel. Biaya tambahan pajak konsumsi. –Dia menjelaskan bahwa rokok itu ditutupi dengan banyak biskuit yang disamarkan. Kemudian, tindakan truk, pengemudi dan personel inti dibawa ke Bea Cukai Semarang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Operasi ketiga di 229 Tol Palikanci, Kabu, dilakukan pada Minggu malam (9/8) bekerja sama dengan Bea Cukai Cirebon. . Cirebon, Jawa Barat.

Arif mengatakan, bea dan cukai gabungan dengan Cirebon, Dinas Bupati DIY Jawa Tengah dan tim Purwokerto akhirnya berhasil menghentikan truk yang mengangkut sebanyak 1,96 juta batang rokok tanpa mengenakannya. Meterai pajak konsumsi senilai Rp 1,96 miliar. Potensi kerugian negara mencapai 895,4 juta rupiah.

Semua barang hasil gugatan, truk, supir dan core cargo dibawa ke pabean Cirebon untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ini adalah pasar itu sendiri. Ia mengatakan: “Serikat buruh ini terutama ditujukan ke Padang, Jambi, Pekanbaru dan Lampung.”

Sesuai Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 (Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Pajak Konsumsi) Menurut undang-undang, siapa pun yang memberikan, menyerahkan, menjual, atau memberikan stempel pajak konsumsi atau tanda pajak konsumsi lainnya kepada pajak konsumsi non-konsumen akan dihukum paling sedikit satu tahun (satu tahun). ) Sampai lima tahun (lima tahun) penjara. Dan / atau denda, paling sedikit 2 (dua kali) kali lipat nilai pajak konsumsi, dan paling banyak 10 (sepuluh) kali lipat dari nilai pajak konsumsi yang dibayarkan. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *