TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah terus bekerja keras dan bahu membahu mengantarkan barang untuk pengobatan pandemi penyakit virus Corona tahun 2019 (Covid-19). – Kali ini Administrasi Umum Bea Cukai dan Dinas Pajak Konsumsi menyumbang 16.000 di Guananam Masker bedah menjadi beberapa kelompok. Tugas percepatan penanganan Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) adalah membantu mencegah penyebaran virus corona. – “Masker sumbangan ini adalah bagian dari produk hukum Bea Cukai Guananam. Pemiliknya tidak mendukung masker, atau tidak dapat memenuhi persyaratan izin impor terkait sebelum peraturan penomoran nomor Menteri Keuangan (PMK) diberlakukan. 34 Maret 2020, Kata Elfi Haris, Selasa (9/6/2020). .

Bantuan sudah diserahkan kepada Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi (Edy Rahmayadi), satuan tugas yang bertugas sebagai sekretariat untuk mempercepat sanksi. -19Di Provinsi Sumatera Utara, Elfi Haris, Kepala Kantor Bea Cukai Kualamu, didampingi oleh Oza Olavia, Kepala Kantor Pabean Sumatera Utara.

“Kami sangat berterima kasih. Kami akan membagikan kepada para dokter dan mengatakan:“ Edy juga merupakan Ketua Kelompok Kerja Manajemen Percepatan Covid-19 di Sumatera Utara.

PMK terbaru mengatur “dan pemberian pajak bea cukai dan / atau pajak konsumsi sebagai pajak atas barang impor yang bertujuan untuk menanggulangi pandemi penyakit Coronavirus (Covid-19) tahun 2019. Sebelumnya, kepemilikan negara telah diberikan oleh Badan Layanan Nasional dan Persetujuan lelang Medan. Pemerintah daerah, perseorangan, badan hukum, dan badan hukum) menggunakan jasa kepabeanan dan perpajakan untuk memperoleh barang impor yang mencegah wabah Covid-19, sehingga sangat bermanfaat menyediakan barang untuk memenuhi kebutuhan nasional. 73 produk diberikan kepada PMK ” , Elfi Haris menambahkan. Fasilitas yang diberikan antara lain pembebasan pajak impor dan / atau konsumsi, bebas PPN atau PPN dan PPnBM, serta pembebasan PPh ke-22 atas barang impor guna menanggulangi pandemi Covid-19 untuk tujuan komersial bukan komersial. Permintaan dapat diajukan secara elektronik melalui portal INSW, atau dapat diajukan secara tertulis kepada penanggung jawab Administrasi Umum Bea Cukai yang memasukkan barang.Nilai barang impor dan bagasi penumpang tidak melebihi US $ 500 FOB, dan tidak perlu mengajukan aplikasi. Impor yang mendapatkan fasilitas ini tunduk pada ketentuan tata niaga impor, oleh karena itu untuk kemudahan, surat rekomendasi yang direkomendasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pembebasan dari tata niaga impor sudah cukup pada saat mengimpor; mengeluarkan barang. Namun apabila barang yang diimpor tidak melebihi jumlah yang ditentukan oleh departemen atau instansi terkait dan / atau sistem perdagangan BNPB maka tidak diperlukan surat rekomendasi tambahan. Tanggal masa pengobatan pandemi Covid-19 ditetapkan oleh BNPB. Peraturan baru ini diharapkan dapat memudahkan semua pihak yang berkepentingan untuk melakukan kegiatan impor, khususnya barang dalam penanggulangan Covid-19. Ketentuan selengkapnya tertuang dalam PMK Nomor 34 Tahun 2020. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *