TRIBUNNEWS.COM-Sinergi Bea Cukai Kaltim dengan Bea Cukai Ghanabaru Utara dan Badan Narkotika Nasional (BNNP) Kaltim berhasil menemukan jaringan distribusi 2 kg narkotika antarpulau obat sabu Dan 1.000 ekstasi. — Rusman Hadi, Kepala Badan Bea dan Cukai Daerah Kalbagtim, mengungkapkan pihaknya telah bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Riau (Badan Narkotika Nasional), Pangkalan TNI AU dan AVSEC Bandara Sultan Sultan Syafir Kasim II (Avsec Sultan Syafir Kasim II) bekerjasama dan berkoordinasi. Katanya: “Katanya, dengan menggunakan jasa pengiriman barang dari Riau Pekanbaru ke Balikpapan, Kalimantan Timur, ekstasi masing-masing seberat 1.000 gram.” -Rusman menjelaskan bahwa penulis menggunakan metode penyamaran narkotika dalam kemasan kosmetik. , Namun berkat tim gabungan BNNP Kaltim dan Bea Cukai agar sepenuhnya memutus rantai peredaran narkoba, mereka berhasil mendapatkan dua orang berinisial HN dan GN yang tergabung dalam organisasi tersebut. Jaringan Penerima: Petugas menyita surat keterangan pengiriman dari HN dan mengeluarkan paket berisi 10 stoples plastik buram.Setelah dilakukan pencarian, ditemukan 8 paket obat bius sabu dengan berat total 2250 gram, masing-masing 1.000 Paket narkotika hijau, berat 500 gram.

Kemudian tim gabungan menggeledah sebuah rumah di Balikpapan dengan bantuan Bea Cukai K9. Rumah itu bernama kediaman FH. Ini pemilik angkutan narkoba. Rusman menambahkan: “Sesuai hasil penelusuran , Sebanyak 0,51 gram sabu dan 20 butir ekstasi ditemukan. “

Tersangka diancam oleh Pasal 114 (1) dan Pasal 112 (1); dan 2009 tentang narkotika Menurut Pasal 132 (1) Konstitusi No. 35, hukumannya paling sedikit 5 tahun penjara / penjara seumur hidup.

“Pandemi Covid-19 tidak menghalangi adat untuk terus bertindak sebagai pelindung masyarakat dengan terus menerapkan perjanjian kesehatan. Operasi ini dan pengawasan ini akan terus melindungi masyarakat Indonesia dari pengaruh narkoba.” (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *