TRIBUNNEWS.COM-Sebagai lembaga yang berwenang mengawasi dinas pajak konsumsi, bea cukai rokok ilegal di berbagai daerah menjadi tantangan tersendiri. Untuk menghentikan peredaran rokok tersebut, seluruh wilayah pengawasan di Indonesia terus melakukan berbagai upaya secara bersamaan.

Kali ini, Bea Cukai Telokbar Bayer, Malang, dan Yogyakarta berhasil menghentikan peredaran rokok ilegal. Dan berhasil memastikan keamanan ribuan orang. Rokok yang tidak memenuhi persyaratan Undang-Undang Pajak Konsumsi. 57 juta rupiah. Hilman Satria, Kepala Kantor Bea Cukai Teluk Bayur, mengatakan selain melakukan penindakan, jajarannya juga aktif melakukan bakti sosial pemberantasan rokok ilegal. Sosialisasi ini diharapkan dapat semakin menekan peredaran rokok ilegal di Sumatera Barat.

Di Yogyakarta, pihak bea cukai juga berhasil menghentikan peredaran rokok ilegal melalui patroli darat di wilayah Sleman Yogyakarta. Kerja sama antara Pabean Yogyakarta, Provinsi Jawa Tengah, dan Bea Cukai DIY serta Bea Cukai Magelang telah berhasil memperoleh 29.600 batang rokok ilegal berinisial (K) dari pengendara sepeda motor. Petugas juga meminta pengendara sepeda motor memberikan informasi.

“Berdasarkan informasi yang diperoleh petugas, pengendara sepeda motor tersebut mengatakan bahwa ia menyimpan rokok ilegal lainnya di gudang rumahnya. Hasil pemeriksaan menemukan 143.360 batang rokok ilegal.” Petugas kemudian membawa (K) dan barang bukti ke Bea Cukai Yogyakarta mengusut lebih lanjut. “Dalam hal pemberantasan rokok dan produk konsumen ilegal lainnya, kami juga berkoordinasi dengan aparat penegak hukum lainnya. Dalam hal ini peran masyarakat juga sangat penting. Jika ada yang menemukan informasi tentang transaksi rokok ilegal, mohon segera diberitahukan kepada kami agar dapat ditangani. Investigasi. Tindak lanjut, ”kata Hengky.

Bersamaan dengan itu, Bea Cukai Malang kembali melakukan penindakan terhadap rokok ilegal. Pada Selasa (04/08), Bea Cukai Malang menggelar operasi penyelundupan. Latif Helmi, Kepala Badan Bea Cukai Malang, mengatakan ditemukan 39.916 batang rokok ilegal dari hasil penelitian terhadap penjual di pasar.

“Total nilainya diperkirakan lebih dari 40 juta rupiah. Potensi kerugian nasional mencapai 18,1 juta rupiah.”

Barang hasil operasi tersebut dibawa ke Kantor Pabean Malang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan keamanan . … “” Kami akan terus melindungi masyarakat Malang Raya dari peredaran rokok ilegal. Oleh karena itu, dampak berbahaya dari peredaran rokok ilegal dapat lebih ditekan. Selain itu, pemberantasan rokok haram secara terus menerus harus menciptakan lingkungan usaha yang sehat, ”tutup Latif.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *