Situasi pandemi TRIBUNNEWS.COM-Covid-19 tidak mengurangi kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh rombongan petugas bea cukai di Sumatera Timur (Sumbagtim) dan Kantor Pabean Vertikal. Sebagai salah satu instansi Kementerian Keuangan, Kepabeanan diamanatkan untuk menjalankan tugas dan fungsi pelindung masyarakat, yaitu melindungi masyarakat dari barang ilegal dan berbahaya yang dapat merugikan negara. Dia menuturkan, pada paruh pertama tahun 2020, hasil penyidikan Dinas Pabean Sumbar membagikan hasil pengawasan. “Berkat kerja keras, Kantor Pabean Sambatim berhasil melakukan 375 tindakan terhadap berbagai produk.” -Termasuk rokok ilegal, elektronik, 17.640 benih lobster dan narkotika, dengan perkiraan nilai Rs 65,9 miliar. Total kerugian negara mencapai 24,6 miliar rupiah. Sebagai pengawasan, Pabean Sumbagtim juga melakukan patroli maritim dengan Bea Cukai PSO Tanjung Balai Karimun, mulai dari Bangka Belitung hingga Musi Assip. Untuk mendukung pengurangan jumlah rokok yang beredar secara ilegal, Assip melanjutkan upayanya, Bea Cukai Sumbagtim dan Bea Cukai Vertikal. Kantor tersebut ikut ambil bagian dalam penyelenggaraan bisnis rokok ilegal di Gempur 2020. Dia berkata: “ Pejabat kami telah berhasil memperoleh lebih dari 12,9 juta rokok ilegal, 91.014 gram tembakau yang diiris tipis dan 5.820 liter alkohol ilegal. ” – Arthurp mengatakan bahwa tidak hanya memastikan pendapatan nasional, tarif dan pajak cukai juga Rute pertama untuk mencegah masuknya barang berbahaya selundupan. Pabean Sumbagtim bekerja sama dengan Polri, TNI, BNN dan aparat penegak hukum lainnya untuk memastikan keamanan narkotika, termasuk sabu 7.000 gram dan amfetamin 2 gram, dengan nilai komoditas diperkirakan mencapai Rp 3 miliar. — Asep menambahkan, pandemi Covid-19 menjadi tantangan bagi pihak adat di wilayah Sumbagtim, dan unit kerja vertikal masih harus bekerja keras untuk aman dan efektif menjalankan tugas-tugas pelindung masyarakat, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. : “Situasi pemerintah selama pandemi Covid-19 tidak mengurangi semangat bea cukai dan pajak konsumsi untuk melindungi masyarakat segera setelah masuknya barang ilegal dan berbahaya.” (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *