TRIBUNNEWS.COM-Badan Kepabeanan dan Keamanan Kepolisian Republik Indonesia (Baharkam POLRI) menandatangani perjanjian kerja sama pada Senin (24/08) untuk meningkatkan sinergi misi dan sumber daya.

Perjanjian kerja adalah tiga tahun sejak tanggal penandatanganan, dan ruang lingkupnya meliputi pertukaran data dan / atau informasi antara polisi air dan udara (Korpolairud) dengan bea cukai, patroli aktif dan patroli bersama, fasilitas dan / Atau infrastruktur, partisipasi dan bimbingan. Pasukan K-9 milik bea cukai dan maritim, serta bantuan dalam mengerahkan fasilitas dan / atau personel patroli dalam situasi darurat.

— Kita tahu bahwa bea cukai adalah instansi berwenang yang bertanggung jawab untuk mengawasi pengangkutan barang impor dan barang ekspor yang berhak melakukan patroli laut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan menjadi bagian dari mata rantai pengawasan maritim nasional. Kewajiban kepabeanan untuk mengawasi pengangkutan barang impor dan ekspor tidak terbatas pada aspek fiskal berupa peraturan bea cukai dan pajak konsumsi untuk menjamin keamanan dan keberlanjutan penerimaan negara, neraca perdagangan dan transaksi berjalan. Namun hendaknya juga mencakup aspek bukan pajak, berupa kepatuhan terhadap pembatasan dan pembatasan impor dan ekspor, pelanggaran Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI), dan perdagangan barang yang terkait dengan terorisme dan / atau kejahatan transnasional, serta peraturan perundang-undangan lainnya.

Salah satu strategi pengawasan maritim yang dapat diterapkan oleh bea cukai dan pajak konsumsi adalah dengan memaksimalkan pertukaran data dan informasi, meningkatkan kemampuan taktis tempur, dan melakukan patroli maritim di departemen bea cukai dan pajak konsumsi dengan cara terbaik. Serta mengembangkan metode / teknologi dan sumber daya manusia (SDM) yang tepat. Berpartisipasi dalam pemanfaatan berbagai institusi baik di tingkat nasional maupun internasional melalui prinsip kesetaraan partisipasi dan saling menguntungkan.

Di tingkat pusat, upaya yang terkoordinasi telah memperkuat sinergi antara adat dan Bahakam. Pertemuan untuk mencapai kesepakatan antara lain meningkatkan kegiatan patroli harian terkoordinasi, melaksanakan patroli bersama dan melaksanakan kegiatan konferensi pers bersama. — Melalui pelaksanaan kerjasama operasi di Aceh telah tercapai sinergi antara bea cukai dan kelautan di tingkat daerah, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Timur, Sumatera Barat, Jakarta, Jawa Tengah dan Yogyakarta, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku dan Maluku Utara dan Papua. Dalam intelijen antara Dou ane dan Polairud, Polri berhasil mencegah dua truk pengangkut alkohol di atas kapal pengangkut high speed craft (HSC) KM (STS) di Palembang. Jaya Lestari di air tawar Pakistan pada Februari 2020. Efek sinergi lainnya adalah operasi bersama pada 8 Juni 2020 yang mencegah penyelundupan dari Malaysia ke perairan lepas Selat Malaka. Sekitar 600 kantong gula. Tindak lanjut penangkapan unit kapal kayu KM. Doa untuk Ibu GT 31 dengan 31 kantong Balpres (baju bekas) dilaksanakan di Sungai Baru, Kab pada tanggal 11 Juli 2020. Asahan, Provinsi Sumatera Utara.

Insiden terbaru adalah penangkapan pakaian dan sepatu bekas (berbentuk balon) di pelabuhan Sungai Melai sebelah barat Riau Rangsang dalam operasi penjaga perbatasan di Riau pada 14 Agustus 2020. Selain kegiatan patroli bersama, dilakukan kegiatan pelatihan bersama bea cukai dan pajak konsumsi bersama Baharkam untuk memberantas kegiatan kriminal di Markas Komando Ditpolair dan perairan Teluk Jakarta pada 19 Maret 2020. Kedua instansi tersebut beserta kapal patroli bea cukai dan kapal polisi Bentuk fasilitas kendali. , Kapal teknis, helikopter dan unit K-9. Dengan penandatanganan kerjasama ini diharapkan kedepannya semangat peningkatan kerjasama dan sinergi antara pihak bea cukai dan Polri dalam penegakan hukum akan semakin terjaga dengan baik untuk melindungi masyarakat dan mendorong perekonomian Indonesia. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *