TRIBUNNEWS.COM-Beberapa orang menggunakan transaksi perdagangan online yang lebih mudah untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan barang ilegal.

Misal, pada Jumat (19/6/2020), petugas bea cukai berhasil mencegah penggunaan metode penjualan. Melalui toko online. Barang dikirim oleh perusahaan jasa pengiriman barang.

Menurut Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Penyidikan Administrasi Pabean Jawa Moch DIY. Arif Setijo Nugroho, penjualan melalui toko online ini berhasil diungkapkan melalui informasi publik.

Diduga ada perusahaan jasa angkutan di kawasan Demak yang mengirimkan transaksi rokok online ilegal.

Baca: Masih dalam pandemi Covid-19, harga rokok di pasaran stabil di bawah pengawasan bea cukai dan pajak konsumsi

“Petugas Gabungan Dinas Pabean DIY dan Bea Cukai Semarang berkembang pesat dan Setelah menganalisa informasi tersebut, tim memutuskan untuk melanjutkan operasi hingga pukul 20.00. WIB berhasil melacak 43 paket yang dikirim oleh perusahaan ekspedisi tersebut, ”kata Arif.

Arif menambahkan, 43 paket tersebut telah diiklankan sebagai aksesori ponsel dan akan dikirim ke berbagai kota di Jawa. Banten dan Barat.

Setelah dilakukan pemeriksaan, tim peneliti menemukan bahwa barang dalam kemasan adalah 75.040 merek rokok yang berbeda, rokok tersebut tidak ditempel di pita cukai dan tidak disebut sebagai rokok biasa. .

Nilai barang diperkirakan 85.099.200 rupiah, dan potensi kerugian nasional mencapai 49.213.587 rupiah. Saat ini barang bukti tersebut disimpan di Pabean DIY Tengah untuk diproses lebih lanjut.

Di saat yang sama, Padmoyo Tri Wikanto, Kepala Kantor Wilayah DIY Jawa Tengah, British Columbia, kembali mengimbau masyarakat untuk ikut memerangi peredaran rokok ilegal. “Dalam setiap bungkus rokok menyumbang 62% penerimaan negara. Ia menjelaskan, bayangkan betapa kerugian yang ditimbulkan bagi negara dan masyarakat akibat peredaran rokok ilegal.

Yang punya informasi tentang rokok ilegal bisa melapor ke bea cukai .- –Baca: Bea Cukai Juanda Gagal Kirim Ratusan Ribu Rokok Ilegal ke Pos Rokok

Pabean Kudus dan Bea Cukai Tegal juga menindak rokok ilegal lainnya di Jawa Tengah Berhasil menindak Sabtu lalu (13/6) Usai menjarah mobil pengangkut rokok ilegal, Bea Cukai Kudu kembali menindak truk kas pengangkut rokok ilegal pada Senin (22/6/2020) .Kantor Pabean Kudus Gatot Sugeng Wibowo menjelaskan, yang pindah adalah petugas Bea Cukai Tegal. Sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan operasi tersebut, petugas Bea Cukai Tegal mengetahui bahwa truk slatted di kawasan Jepara digunakan untuk memuat rokok ilegal.

Baca: Bea Cukai dan BNN tidak bisa menyelundupkan narkoba yang dibungkus parsel

Tim Bea Cukai Kudus disini informasi Berdasarkan perluasan jaringan dan ditutupnya operasi di wilayah Jepara, sekitar pukul 12.10 WIB dini hari WIB melakukan penggeledahan dan ditemukan truk yang sedang melaju di kawasan Jepara, petugas langsung memburu dan berhasil menghentikan penyerangan di Jalan Raya. Penyerangan melalui Jalan Raya Kudus-Demak .198.400, “kata Gato. ”

Semua barang bukti akan membawa truk dan pengemudi dengan singkatan SR (31) ke kantor bea cukai resmi du Kudos untuk pemeriksaan lebih lanjut. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *