TRIBUNNEWS.COM-Dalam pandemi Covid-19, Bea Cukai di Daerah Istimewa Kepulauan Riau (Kepri), Bea Cukai Daerah di Riau, Pangkalan Operasi Bea Cukai di Tanjung Balai Karimun, Bea Cukai Pekanbaru dan Banglades melakukan aksi bersama untuk memberantas. Tekstil / kain baru diselundupkan dalam jumlah banyak di lokasi berbeda.

Agus Julianto, Kepala Bea Cukai Wilayah Kepulauan Riau, mengungkapkan, pada Minggu pertama (29/3), agen sudah mendapat informasi tentang bongkar muat barang impor ilegal di Dermaga Rakyat Buton / Siak. , Dan memuat barang ke truk.

“Segera petugas bea cukai Riau dan Pekanbaru melakukan pembersihan dan penuntutan, serta menginformasikan kepada Argus bahwa pihak bea cukai Bangladesh dan Kepri akan terus melakukan penyisiran laut. Imunisasi dilakukan di dua lokasi, masing-masing di Jl.Artificial- Siak, Kabupaten Siau Sri Indrapura, Provinsi Riau dan Perairan Sungai Rawa, Kabupaten Siasri Sindrapura Provinsi Riau-Argus mendeskripsikan 2760 gulungan tekstil atau gulungan kain baru, dan Sebuah truk Fuso direpresentasikan dalam bentuk 1 unit angkut bernomor B9606 BYX, dan 1 unit angkut berupa kapal kayu. Namanya KM. Silvi Jaya.

” Untuk menyelesaikan kasus tersebut, sebanyak 629 gulungan tekstil atau gulungan kain baru dari truk beserta muatannya dibawa ke Kantor Pabean Riau untuk dipelajari lebih lanjut, ”ujarnya.

Selain itu, Argus mengatakan, pihaknya akan ikut memastikan. Mengupayakan keselamatan fasilitas transportasi laut dan muatannya. “Kami juga memastikan keamanan kapal KM. “Katanya Silvi Jaya beserta 2.131 gulungan tekstil dan awaknya dibawa ke Kawasan Istimewa Kepulauan Riau untuk dipelajari lebih lanjut.-”, Bakamura, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian dan Kepolisian Mencegah dan memberantas penyelundupan baju bekas serta ekspor dan impor tekstil yang masih ada, ”tutup Argus. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *