TRIBUNNEWS.COM-Tim Bea dan Cukai Tarakan dan tim Brantas dari Badan Narkotika Nasional Kalimantan Utara berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba ke Indonesia. Dalam gugatan pada Sabtu (05/09), polisi gabungan berhasil memperoleh 2.000 gram narkoba sabu. Operasi tersebut dilakukan oleh petugas gabungan di daerah Selumit Pantai Tarakan. -Dia mengumumkan: “Dari pengawasan selama sekitar dua minggu, petugas berhasil menemukan target operasi dan melacaknya di perairan Selumit Pantai dengan bantuan speedboat.” 31). Selama perburuan, tersangka lolos dari bukti. Polisi terus memburu rumah tersangka dan mencoba menangkapnya di rumahnya. Tersangka menyembunyikannya di rumah ketika dia melarikan diri, mencoba menghilangkan barang bukti yang dia bawa. Selama penggeledahan, ditemukan potongan seberat 2.000 gram. Bukti bentuk kristal metamfetamin, ”tambah Minhajuddin. Pada tahun 2020, Bea Cukai Tarakan mengeksekusi dua kasus penuntutan narkoba.

Sebelumnya, Bea Cukai Tarakan berhasil menghentikan penyelundupan 1.002 gram sabu kristalin pada pertengahan Maret 2020. Karenanya, Bea Cukai Tarakan berhasil menghentikan penyelundupan narkotika dan psikotropika seberat 3.002 kilogram pada 2020. Orang Indonesia tidak terpengaruh oleh narkoba. Bea Cukai Tarakan telah melakukan berbagai upaya untuk memantau proses ini, daripada mengurangi fokusnya pada pemenuhan tugas nasional. Melalui kegiatan monitoring dan pelayanan di masyarakat. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *