TRIBUNNEWS.COM-Kantor Pajak Bea dan Cukai Daerah Aceh (Kanwil) menggunakan metode patroli udara untuk mengomandoi Kepolisian Laut dan Kepolisian Daerah (Dit. Polairud Polda) Aceh dan Direktorat Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) Lamplo PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) -patroli udara yang dilakukan tiga instansi, Kamis (19/3), menggunakan helikopter sebagai salah satu metode pengintaian di Laut Aceh. Kami berjalan dari kawasan Ditpolairud Polda Aceh menuju Lampluo menuju Kecamatan Long, Desa Lamplo, Pulau Bangta, Pulau Petit, Kecamatan Longong Teluk Banda, kemudian kembali ke Ditpolairud Polres Aceh. Kepala Penindasan dan Penyidikan di Kantor Bea Cukai Ivan Aceh. Kurniawan .

Iwan didampingi oleh Kombes Pol, Direktur Polairud Polda Aceh. Jemmy Rosdiantoro dan Penanggung Jawab Pangkalan PSDKP di Basri Rampulo juga mengungkapkan akan menjaga sinergi pengawasan, “Terus pegang teguh prinsip persatuan, kekuatan, dan perpecahan. Demi adat istiadat yang lebih baik, Aceh itu Agung, Indonesia Juga bergerak ke depan. “

Ketika berbicara tentang penegakan hukum maritim, Ivan mengungkapkan bahwa pihak bea cukai meyakini bahwa setiap lembaga penegak hukum di laut saat ini sedang menjalankan tugas dan fungsi yang kompleks sesuai dengan persyaratan departemen pengawasannya. mendasarkan. Hak hukumnya masing-masing. “Berkenaan dengan upaya perbaikan sistem penegakan hukum maritim, sebagai bentuk kerjasama antar berbagai instansi, beberapa hal dapat dilakukan, termasuk berbagai instansi yang melakukan pekerjaan penegakan hukum sesuai dengan kewenangan instansi masing-masing. Secara tepat dan konsisten, namun tetap cuek terhadap tuduhan. Pelanggaran lain yang diketahui dalam pelaksanaan tugas juga mendorong terciptanya sinergi dan koordinasi untuk menjaga tingkat kepercayaan dan tingkat kepercayaan antar lembaga penegak hukum di laut, ”tandasnya (*).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *