TRIBUNNEWS.COM- Bea Cukai Palembang meraih penghargaan dari Pusat Pengendalian Mutu Karantina Ikan dan Pengawasan Hasil Perairan Kementerian Kelautan dan Perikanan atas upayanya menghapus dan mengungkap ekspor benih lobster ilegal di kawasan yang dikuasainya pada 2018-2019, Desember 2008 Rabu, 12. Pada acara penyerahan penghargaan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dari Edhy Prabowo, Kepala Kantor Bea Cukai Palembang, Indonesia, turut hadir dalam acara penyerahan penghargaan tersebut. Abdul Harris mengungkapkan Sebelum berlakunya Peraturan Menteri Kelautan (Permen), sebanyak 18.000 benih lobster telah dilakukan, dan pada 12 Desember 2020 dilakukan pengelolaan lobster, kepiting, dan kepiting di Republik Indonesia. “Saat itu benih atau lobster air tawar masih merupakan produk yang dilarang impor,” ujarnya.

Abdul menambahkan: Kegagalan ekspor ilegal merupakan salah satu cara pemerintah. Melalui adat istiadat untuk melindungi kelangsungan keanekaragaman hayati di perairan nasional, serta peningkatan nilai ekonomi akibat nilai ekspor lobster dewasa yang jauh lebih tinggi. Selain itu, jika penambangan terus dilakukan, masyarakat khawatir lobster akan hilang dari perairan Indonesia. “(*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *