TRIBUNNEWS.COM-Pabean Provinsi Jawa Tengah dan DIY yang dipimpin Direktur Biro Wilayah Padmoyo Tri Wikanto mengunjungi PT. Djarum Kudus (Kamis) (18/6/2020). Terry mengatakan kunjungan itu untuk memastikan bahwa kebijakan pemerintah yang diadopsi selama pandemi Covid-19 benar-benar dapat membantu industri terus tumbuh. Ribuan pekerja juga terus mencari nafkah dengan menjalankan bisnis. Jadi perekonomian terus beroperasi. Tak hanya itu, Terry juga mengatakan bahwa pemerintah sedang memimpin rencana pemulihan ekonomi nasional.

“Pandemi ini telah merugikan kehidupan banyak orang. Bea Cukai berharap dapat menyerap keinginan para pemangku kepentingan sehingga pemerintah dapat mengambil kebijakan yang tepat untuk kepentingan nasional. Selain itu, kita harus bekerja keras untuk memastikan pemulihan ekonomi nasional dan membantu anggaran negara. , Yang termasuk memastikan sasaran cukai tembakau aman, ”ucapnya. Pada kesempatan yang sama, Manajer Produksi PT Djarum Thomas Budi Santoso menginformasikan jika PT Djarum menerapkan strategi pemasaran tertentu yang dapat diterapkan atau dirintis, maka penjualan produk akan menunjukkan tren yang meningkat. tahun ini. Thomas menjelaskan. Realisasi Pendapatan Cukai Hasil Tembakau (CHT) Per 31 Mei 2020, Cukai Bea Cukai Pusat Jawa DIY telah mencapai Rp 14,58 triliun. Meski hanya menyumbang 35,89% dari total target tahun 2020, namun telah mencapai 100,27% dari target proporsi (target Mei 2020). Dibandingkan dengan 2019, pendapatan CHT per 31 Mei 2020 meningkat sebesar Rp 2,5 triliun, meningkat 20,73% year-on-year. Tri mengungkapkan prestasi dalam pandemi ini tentunya sangat bagus. Kebijakan pemerintah dianggap tepat. Fakta membuktikan bahwa salah satu kebijakan penundaan pajak konsumsi selama dua sampai tiga bulan sangat bermanfaat bagi arus kas perseroan.

PT Djarum merupakan faktor terpenting dalam mewujudkan pendapatan CHT. Sebagai kontributor utama, PT Djarum optimis menguasai 66% CHT Jateng DIY. Menghadapi tren peningkatan penjualan, diharapkan akan tercipta harapan positif bagi pendapatan CHT di akhir tahun 2020.

Rusydi, Kepala Bea Cukai Nur, menambahkan realisasi pajak konsumsi HT 2020 masih dipengaruhi oleh pelimpahan pajak yang dibayarkan pada akhir tahun 2019 hingga awal tahun 2020. Pada akhir tahun 2020, pencapaian ICRC juga akan dipengaruhi oleh hal-hal berikut: Pandemi Covid-19, kondisi ekonomi global, daya beli warga, dan regulasi tentang kenaikan pajak konsumsi (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *