TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai telah menerapkan kebijakan kelonggaran layanan bagi perusahaan pengguna fasilitas berikat (KB) yang mendorong produksi Alat Pelindung Diri (APD) untuk pencegahan Covid-19 di Indonesia. -Dwiyono Widodo, Kepala Kantor Bea Cukai Bandung, mengatakan kelonggaran pelayanan badan KB untuk memungkinkan produksi barang di tingkat nasional sudah banyak diadopsi oleh perusahaan, sehingga perlu memenuhi perlindungan diri masyarakat Indonesia. Persyaratan peralatan sangat berguna. Sebagai bentuk dukungan kepada tenaga medis di garis depan perang melawan Covid-19, Bea Cukai Bandung memudahkan perusahaan keluarga berencana untuk memproduksi APD. Dwiyono dalam keterangannya mengatakan bahwa perusahaan manufaktur pakaian adat Trisco adalah PT. Anak perusahaan Trisula International Tbk, memproduksi 1.064.185 pakaian pelindung bahan berbahaya APD dan 2.030.500 respirator non-medis. Ia menjelaskan, seluruh alat pelindung diri dan masker yang diproduksi telah didistribusikan ke rumah sakit, yayasan, dan perusahaan jasa yang ditunjuk pemerintah. “Karena kebutuhan dalam negeri masih besar, maka alat pelindung diri masih akan diproduksi,” ujarnya. (*) Dalam hal mempromosikan perizinan, perusahaan dapat bertahan demi kesejahteraan karyawan dan kebutuhan produksi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *