TRIBUNNEWS.COM-Saat terjadi pandemi virus Corona (Covid-19) pada 2019 lalu, adat istiadat berbagai daerah terus menunjukkan semangat membantu dan berbagi. Syarif Hidayat, Kepala Badan Bea dan Cukai Internasional, mengatakan bantuan yang diberikan bea dan cukai di berbagai daerah hanya untuk mengurangi beban masyarakat yang terkena pandemi. – “Selain memastikan operasi normal pelayanan dan pengawasan, kami juga berusaha mengurangi beban. Syarif mengatakan:” Dengan memberikan bantuan dasar yang diperlukan, masyarakat bisa bertahan. Xiao Dijin, Kepala Divisi Umum, mengatakan: “Bakti sosial ini menjadi perhatian Kantor Bea Cukai Copatang terkait pandemi Covid-19, terutama bagi mereka yang berada di zona merah yang kehilangan mata pencaharian. “Kantor Bea Cukai Ketapang .

Kabupaten Ketapang salah satunya. Di banyak kelurahan, daerah yang rawan terjangkit Covid-19 ditetapkan sebagai kawasan merah, salah satunya Desa Koman. Belakangan ini warga mengeluhkan Covid-19. -19 Pandemi, banyak warga Koman terkena PHK dan penolakan lamaran .

Bea dan Cukai Belawan pada Rabu (15/4), Bea dan Cukai Belawan membagikan 100 kepada masyarakat sekitar Kecamatan Belawan, Kota Medan Paket sembako. Sedikit, ”kata Kepala Kantor Bea Cukai Belawan. , Tri Utomo Hendro Wibowo.

Pada saat yang sama, Bea Cukai Tanjung Pinang melalui Christian Citizens Association membagikan 80 paket sembako pada tanggal 19 19 19 2008. “Kegiatan bakti sosial ini diwujudkan dengan membagikan hingga 80 bungkus sembako kepada warga Kelurahan Tanjungpinang, khususnya bagi warga yang masih harus bekerja di luar rumah meski sudah terjangkit Covid -19 yaitu petugas kebersihan, pekerja bangunan. , Pedagang dan Agen Parkir, “kata Kepala Bagian Administrasi Umum Kepabeanan. Cukai Tanjungpinang, Muhammad Syahirul Alim .

Jangan lewatkan Bea Cukai Teluk Bayur yang memberikan bakti sosial bekerjasama dengan Dinas Air dan Udara Polda Sumbar untuk memberikan bakti sosial. Senin, 20 April 2004. Kami berbagi sembako dan bentuk masker dengan para nelayan laut di perairan Sungai Betel dan warga Nagari Sungai Betel, Koto XI Tarusan dan Kabupaten Pesisir Selatan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak proliferasi. ”Virus Covid-19 Bahaya ini, kata Kepala Kantor Bea Cukai Teluk Bayur. Hilman Satria.

Selain penyaluran sembako, bea cukai dan pajak konsumsi juga menyumbangkan alkohol sebagai bahan baku pembuatan disinfektan. Pada Kamis, 16 April, Bea dan Cukai Amamapare Bea Cukai Amamapare menyumbangkan alkohol cair 96% kepada Tim Pengendali Percepatan Covid-19 Kabupaten Mimika sebagai bahan dasar hand sanitizer. Saat ini penawaran kami juga sangat terbatas. Saya ingin berterima kasih kepada Dinas Bea Cukai Amamapare yang telah membantu kami menangani pandemi ini, “kata Reynolds, juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Mimika. Ini rumah sakit rujukan di wilayah Timika .

” Kami menyumbangkan dua toples plastik untuk staf medis di rumah sakit. Kedengarannya sedikit, tetapi ini membawa banyak manfaat bagi aktivitas staf medis yang berkelanjutan. Selain itu, Abdul Rahim, kepala divisi kepatuhan, mengatakan: “Sebagai bahan baku hand sanitizer, rumah sakit dapat menggunakan alkohol ini untuk aktivitas aktif perawatan pasien dan orang-orang yang berada di bawah pengawasan.”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *